Ketua PGRI Purbalingga, Sarjono : Guru Siap Tunjukan Kinerja, Menyulap Siswa NUN Rendah Jadi Berprestasi

By: On: Dibaca: 5,855x
Ketua PGRI Purbalingga, Sarjono : Guru Siap Tunjukan Kinerja, Menyulap Siswa NUN Rendah Jadi Berprestasi

Kebijakan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam sistem zonasi mutlak harus laksanakan oleh guru sebagai tenaga pendidik. Dalam sistem zonasi, sekolah yang selama ini termasuk favorit, akan menerima murid dengan rentang Nilai Ujian Nasional (NUN) terendah dan tertinggi yang terpaut jauh. Kebijakan ini menjadikan guru tidak bisa menerapkan pengajaran cepat seperti yang biasa dilakukan selama ini.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purbalingga, Sarjono berharap, guru harus siap membina dan mendidik siswa dengan nilai rendah, dan juga nilai tinggi. Karena sesungguhnya tugas guru adalah mengembangkan potensi siswa sesuai yang dimiliki.

“Pada umumnya, guru di Purbalingga sudah siap menerima siswa apa adanya, walau pada awalnya pasti merasa tidak nyaman. Alasan mereka, nanti nilai dan prestasi sekolah akan menurun. Karena sebagian sekolah dan guru sudah berada pada zona nyaman dengan input siswa yang memiliki nilai bagus. Tetapi sistem yang ada membuat mereka tidak bisa menolak lagi,”tutur Sarjono saat dihubungi cyber media lintas24.com, Jumat Malam (5 Juli 2019).

Sarjono menjelaskan, sistem zonasi ini mampu membangun budaya kompetisi yang sehat antarsekolah. Guru dan siswa dan bisa saling memotivasi untuk makin tekun belajar, kreatif, dan inovatif.

“Sistem zonasi membuka keadilan dalam.pendidikan, khususnya bagi sekolah di manapun berada. Sistem zonasi membuktikan pemerintah menjamin pelayanan pendidikan siswa yang berprestasi. Siswa berprestasi dapat diberikan peran sebagai partner dalam peningkatan pembelajaran di lingkungan sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, sistem zonasi dengan peluang siswa NUN rendah masuk sekolah yang selama ini bagus atau “favorit”, justru merupakan tantangan bagi guru untuk melaksanakan tugas yang sebenarnya. Sebab, jika siswa berkemampuan bagus, orang tua mampu, lingkungan mendukung, tentu guru tidak bekerja keras pun siswa akan berprestasi bagus.

“Nah, sekarang guru harus mampu menunjukan kinerja optimal, dengan menyulap siswa dengan input NUN rendah menjadi keluar menuntaskan belajar dengan prestasi tinggi,”ungkapnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!