by

Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Ali Sudharmo: Politeknik Muhammadiyah Bakal Ada di Purbalingga

Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Purbalingga memiliki program mendirikan perguruan tinggi. Program ini untuk membantu pemerintah, salah satunya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui sektor pendidikan.

“Kami masih meneruskan rencana untuk mewujudkan perguruan tinggi. Surat kami sudah kami layangkan kepada Bupati, kami tinggal menunggu untuk dipanggil dalam rangka mewujudkannya,” tutur Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Ali Sudharmo saat bersilaturahmi dan beramah tamah Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dengan Ormas besar Islam PC NU dan PD Muhammadiyah Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (27 Juni 2020).

Ia menjelaskan, perguruan tinggi tersebut akan diwujudkan dalam waktu dekat dengan bentuk ‘Politeknik Muhammadiyah’ dengan jenjang pendidikan Diploma 3 (D3). Sebagai langkah awal akan dibuka Jurusan Farmasi, Desain Grafis dan Rekam Medik.

“Kami akan membuka Jurusan Farmasi karena SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga ada jurusan farmasi, sekarang kalau tidak diteruskan sampai D3 ijazahnya ora kanggo, tidak bisa dipakai untuk mencari kerja. Kemudian Jurusan Desain Grafis, banyak masyarakat, lembaga maupun instansi yang membutuhkan tenaga desain grafis, maka akan kami sediakan. Kemudian Jurusan Rekam Medik, jarang perguruan tinggi yang menyediakan padahal setiap rumah sakit membutuhkan tenaga rekam medik,” katanya.

Terkait dengan adanya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP), Organisasi Muhammadiyah telah membentuk Panitia 15 untuk meminta kepada pemerintah agar RUU-HIP di-drop atau dicabut dari pembahasan maupun Prolegnas. Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak melakukan demonstrasi/aksi massa.

“Kami tidak mengerahkan masa, akan tetapi kami menyalurkan kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar yang penting RUU-HIP tersebut dicabut, karena menurut kajian dari PP Muhammadiyah bahwa RUU-HIP tidak akan menguntungkan bangsa kita. Demikianlah yang dilakukan Muhammadiyah, sekalipun ada hal yang tidak setuju dengan pemerintah, sifatnya tidak melakukan aksi demonstrasi, pasti melalui jalur yang tidak membuat masyarakat panik,” ungkapnya

Comment

Feed Berita