by

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo: Pemerintah Harus Segera Terbitkan Peraturan Pemerintah untuk Akhiri Polemik UU Cipta Kerja

-Politik, Update-dibaca 9.02Rb kali | Dibagikan 34 Kali

Pemerintah diminta segera merancang dan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan atau tindak lanjut Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Semua PP yang berkait dengan UU Cipta Kerja hendaknya mengakomodasi aspirasi komunitas pekerja dan pelaku usaha.

“Saya berharap dengan adanya peraturan pemerintah itu dapat mengakhiri polemik UU Cipta Kerja yang baru disahkan DPR itu. Tentu saja tidak bisa segera dilaksanakan selama pemerintah atau Presiden belum menerbitkan peraturan peraturan baru yang terkait untuk melaksanakan undang undang tersebut. Karenanya, saya meminta pemerintah segera menerbitkan PP UU Cipta Kerja,” ungkap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, Senin (12 Oktober 2020)

Bamsoet meminta semua elemen masyarakat mau bersabar menunggu diterbitkannya PP yang menjadi pedoman pelaksanaan UU Cipta Kerja. Pengaturan lebih jelas tentang pelaksanaan UU Cipta Kerja nantinya akan tergambar dari peraturan pemerintah, termasuk peraturan pemerintah daerah.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini mengatakan, DPR dan pemerintah telah menjelaskan dan memberi keyakinan bahwa UU Cipta Kerja yang mencakup 15 bab dan 174 pasal itu sama sekali tidak bertujuan mencelakai atau merugikan pekerja.

“Namun, untuk menghindari polemik, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hendaknya memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap memberi masukan,” kata Bamsoet.

Ditambahkan, semua elemen masyarakat juga diminta tidak termakan dengan hoaks, misinformasi serta disinformasi seputar UU Cipta Kerja. Jangan sampai akibat ketidakpahaman masyarakat, dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang ingin memecah belah persatuan bangsa.

“Saat ini banyak hoaks, misinformasi dan disinformasi terkait UU Cipta Kerja yang beredar di masyarakat,” katanya.

Bamsoet memberi contoh soal upah minimum, cuti haid, cuti hamil, hak atas cuti dihilangkan ataupun tidak ada batasan waktu kerja. Semua itu tidak benar. “Saya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi hoaks yang jauh dari kebenaran,” pungkas Bamsoet.

 

 

Comment

Berita Lainnya