by

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jateng Siti Atikoh Supriyanti: Seluruh Jajaran Pramuka Diminta Mengedukasi Masyarakat Tentang New Normal

-Pendidikan, Update-dibaca 6.89Rb kali | Dibagikan 121 Kali

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Siti Atikoh Supriyanti Ganjar Pranowo mengharapkan, masa transisi new normal jangan diartikan kondisi sudah normal dari pandemi virus Corona (Covid-19). Justru pada saat seperti sekarang, kewaspadaan mesti ditingkatkan.

“Saat ini ada kesalahkaprahan makna new normal di masyarakat. Sejumlah orang menganggap kenormalan baru seolah-olah kembali pada situasi normal yang sama sebelum pandemi Covid-19,” ungkapnya saat Halal Bihalal Virtual Kwarda Jateng, melalui aplikasi zoom, dari Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah (Puri Gedeh)

Siti Atikoh  meminta seluruh jajaran Pramuka di Jawa Tengah agar terus membantu mengedukasi masyarakat, mengingatkan mereka selalu mengedepankan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Jaga jarak, ke luar rumah hanya untuk urusan penting, cuci tangan pakai sabun, dan sebagainya.

“Ayo bantu mengedukasi masyarakat, agar protokol kesehatan saat pandemi menjadi habit baru, sampai kondisi normal kembali,” tutur Siti Atikoh

Ia mengapresiasi pergerakan yang sudah dilakukan anggota Pramuka di provinsi ini dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Mulai dari mengedukasi masyarakat, membantu penyemprotan tempat ibadah dan tempat-tempat umum, terlibat dalam Satgas Penanganan Covid, termasuk mereka yang bertugas di posko maupun dapur umum, hingga memberi maupun menyalurkan bantuan.

“Apa yang dilakukan kakak-kakak ini luar biasa, sangat membantu masyarakat. Insyaallah rekeningnya akhirat,” ungkap Siti Atikoh .

Ia menambahkan, selama masa pandemi, seluruh kegiatan kepramukaan mesti disesuaikan kondisi yang ada. Misalnya, pelatihan melalui dalam jaringan (daring/ online), atau jika dilakukan pertemuan di dalam ruangan, tetap dibatasi dan mengedepankan protokol kesehatan. Pihaknya juga akan membuat panduan kegiatan yang dilakukan di dalam atau luar ruangan, baik menyangkut jumlah pesertanya, protokol kesehatan, dan sebagainya.

“Termasuk, panduan upacara Hari Pramuka Agustus mendatang, yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kegiatan yang dilaksanakan dan mengalami modifikasi penyesuaian, akan disampaikan ketentuannya secara tertulis,” tutur Atikoh.

 

 

Comment

Berita Lainnya