by

Ketua KPU RI, Arief Budiman: Masih Ada Ruang Penundaan Pilkada  di Perppu No 2/2020

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2020 masih memberi ruang adanya penundaan kembali pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Meski telah disetujui penyelenggara, DPR, dan pemerintah, hal itu tidak serta merta menutup kemungkinan Pilkada 9 Desember bisa diundur lagi bila ada permasalahan di tengah pandemi covid-19.

“Perppu 2/2020 itu memberi ruang itu. Kalau memang masih tidak bisa di Desember 2020, ditunda dan dijadwalkan lagi sampai pandemi berakhir,” tutur Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman

Ia mengungkapkan, penundaan kembali pilkada bisa dilakukan dengan persetujuan DPR dan pemerintah. Pasalnya, hal itu merupakan amanat Perppu 2/2020 yang dinilainya sedikit berbeda dengan UU No 10 Tahun 2016.

“Dalam UU 10/2016, begitu ada problem kami bisa langsung menunda. Kalau di Perppu begitu ada sesuatu dan kami ingin menunda atau melanjutkan kembali, harus persetujuan 3 pihak, antara penyelenggara, DPR, dan pemerintah. Jadi (Perppu) yang sekarang agak rumit karena tidak bisa langsung dieksekusi KPU,” katanya.

Menurut dia, kemungkinan penundaan kembali itu bisa saja terjadi bila situasi tidak memungkinkan. Salah satu yang menjadi kendala penyelenggara saat ini adalah permasalahan terkait pencairan dana.

Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan belum mencairkan dana tahap 1 senilai Rp1,02 triliun. Padahal, tahapan pilkada saat ini tengah berlangsung di berbagai daerah di Tanah Air.

Meski ada opsi penundaan kembali, Arief berharap hal itu tidak terjadi. Pihaknya optimistis bisa menyelenggarakan Pilkada 2020 dengan tetap menjamin tidak muncul klaster baru covid-19.

Apabila penyelenggara, peserta, dan pemilih mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan, pilkada bisa berjalan dengan baik. Sementara, kalau ditunda, katanya, akan banyak hal negatif yang kemudian timbul dan merusak kualitas demokrasi di Indonesia.

“Kalau ditunda bisa saja, tetapi kan kita sudah bersepakat dan dalam pandangan saya begini, ini sudah jalan apalagi dana sudah digunakan harus ditunda lagi itu jauh lebih banyak negatifnya. Nanti orang bisa langsung turun semangatnya, terus uang yang sudah dikeluarkan dan kemudian menjadi sia-sia juga,” katanya.

 

 

Comment

Feed Berita