by

Ketua Komite SMP Negeri 1 Purbalingga Minta Orang Tua Harus Siap Mendampingi Anaknya dalam KBM Daring

-Pendidikan, Update-dibaca 8.86Rb kali | Dibagikan 104 Kali

Ketua Komite SMP Negeri 1 Purbalingga mendorong para orang tua peserta didik baru untuk lebih menyiapkan anak-anaknya dalam pembelajaran jarak jauh. Pasalnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah belum bisa dilakukan selama pandemi Covid-19 ini.

“KBM dari rumah ini menggunakan sistim dalam jaringan (daring) dan memerlukan kuota internet. Kami berharap para orang tua bisa mengendalikan anak-anaknya dalam penggunaan kuota gagdet. Berdasarkan pengamatan kami, anak-anak banyak menghabiskan kuota untuk bermain game online selama ditiadakan KBM tatap muka di sekolah,” ungkap Ketua Komite SMP Negeri 1 Purbalingga, Aditya kepada media siber lintas24.com, Rabu (15 Juli 2020)

Ia menambahkan, pemerintah mengalihkan kegiatan pembelajaran dari sekolah ke rumah masing-masing siswa sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam KBM daring ini. Para orang tua perlu memahami, meski di rumah, anak mereka tetaplah harus konsentrasi pada proses pembelajaran yang tengah berlangsung.

Agar tak disalahartikan sebagai hari libur Di sinilah dukungan dan pengertian para orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua harus membuat jadwal. Harus tegas menentukan, kapan waktu harus belajar dan kapan waktu untuk bermain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. MPLS ini hanya diselanggarakan selama empat hari. Satu hari diikuti oleh 72 siswa dari dua rombongan belajar (rombel). Dalam pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi dengan waktu masimal 70 menit.

“Ada sesi untuk orang tua. Sinergi antara orang tua dan pihak sekolah perlu dijalankan. Ini menjadi kunci bagi keberhasilan KBM daring. Diharapkan orang tua juga memahami, sesungguhnya dukungan dan peran mereka sangat sangat dibutuhkan anak-anak dalam proses pembelajaran setiap hari. Kondisi darurat ini diharapkan menyadarkan orang tua akan perannya dalam mendampingi, membimbing, dan mengarahkan anak-anak mereka dalam penyelesaian proses pembelajaran dirumah,” ungkapnya

Ia mengungkapkan, pihaknya juga sedang mengumpulkan masukan-masukan dari para orang tua terkait pelaksanaan KBM. Banyak orang tua meminta dilaksanakan KBM tatap muka di sekolah. Namun, semua itu harus mendapatkan persetujuan dari Bupati Purbalingga melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Selain itu, pengurus Komite SMP Negeri 1 Purbalingga juga belum menentukan waktu untuk membahas Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

“Untuk pembahasan SPI kami tiadakan selama pandemi Covid-19. Belum ditentukan waktunya. Kita konsentrasi dulu untuk dukungan KBM daring,” ungkapnya

Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga, Runtut Pramono menjelaskan, MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, dan guru fasilitas di sekolah, akan tetapi juga pengenalan proses pembelajaran nantinya yang akan digunakan dalam sistem daring.

“Paling utama dalam masa pandemik Covid-19 ini proses pembelajaran melalui daring, ini butuh pemahaman tersendiri bagi siswa, orang tua maupun para guru. Melalui proses MPLS ini mudah mudahan setiap kendala dalam pembelajaran secara daring itu bisa teratasi, setidaknya,” katanya.

 

 

 

 

Comment

Berita Lainnya