Menu
Media Online Terpercaya

Ketua GNPK Korwil Banyumas Terduga Pemerasan Kades di Kemrajen Mulai Diperiksa

  • Share

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK)) Jawa Tengah Koordinator Banyumas pekan ini mulai diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polresta Banyumas.

Pihak pelapor adalah Kades Sibrama Kecamatan Kemrajen, Wagiyah. Terlapor tindak pidana dugaan pemerasan terhadap kepala desa (Kades) di wilayah Kecamatan Kemrajen

Penasehat hukum Subroto, Dedi Subekti mengatakan, kliennya dipanggil kembali untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor pada Jumat (7 Mei 2021) mendatang.

Sebenarnya, kata dia, panggilan pertama pada Senin (3 Mei 2021) lalu. Namun karena bersamaan dengan agenda kegiatan kunjungan GNPK provinsi ke sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GNPK di beberapa lokasi, sehingga belum bisa menghadiri panggilan tersebut.

“Senin kemarin kami sudah menyampaikan surat permohonan izin dan permohonan maaf ke penyidik, dan minta dijadwalkan kembali. Surat panggilan berikutnya dijadwalkan Jumat besok,” kata Dedi, Selasa (4 Mei 2021).

Dia menegaskan, pihaknya akan kooperatif dan pada panggilan kedua ini kliennya akan datang. Dalam surat panggilan itu, kliennya diundang sebagai saksi terlapor dalam perkara sesuai Pasal 335 jo to 338 KUHP tentang dugaan pemerasaan jo to menyuruh atau mengancam orang untuk melakukan sesuatu.

“Terkait sangkaan itu, kami serahkan sepenuhnya ke penyiidik bagaimana perkembangannya. Dari sisi klien kami, materinya belum tentu benar apa yang disangkakan. Kami punya alasan-lasan hukum tersendiri terhadap masalah ini,” katanya.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry mengatakan, surat panggilan pertama sudah disampaikan Jumat pekan lalu. Namun hari ini terlapor tidak memenuhi surat panggilan dalam pemeriksaan

Karena belum bisa datang, kita layangkan surat panggilan kedua,” kata Kasat Reskrim. Lebih lanjut Kompol Berry menjelaskan, sampai hari ini belum ada penetapan tersangka atas kasus dugaan pemerasan terhadap kades tersebut. Sejumlah saksi, termasuk dari pihak pelapor sudah dimintai keterangan.

“Belum ada penetapan tersangka, kita mau gelar perkara terlebih dahulu,” jelasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *