by

Ketua DPR RI, Puan Maharani: Kaum Perempuan Jangan Ragu Terjun ke Dunia Politik

-Update, Wanita-dibaca 6.28Rb kali | Dibagikan 20 Kali

Peran perempuan di Indonesia terus berkembang pesat. Saat ini banyak perempuan yang memegang peran strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, dan riset.

Di kancah politik sudah banyak yang dicapai perempuan Indonesia. Di antaranya peningkatan jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR RI. Pada periode 2014-2019 sekitar 17 persen anggota DPR adalah perempuan, periode 2019-2024 jumlah perempuan yang menjadi anggota DPR meningkat menjadi sekitar 21 persen.

“Perempuan butuh berpolitik karena politik butuh perempuan. Oleh karena itu kaum perempuan jangan ragu terjun ke dunia politik. Perempuan memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi krisis,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani pada pembukaan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), yang digelar secara virtual, Selasa (20 Oktober 2020

Dalam kongres yang digelar secara virtual itu, Puan menjelaskan bahwa kaca pembatas peran perempuan dalam berpolitik di Indonesia sudah runtuh saat Megawati Soekarnoputri menjadi perempuan pertama yang dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 23 Juli 2001.

“Banyak perempuan Indonesia juga sudah berhasil menjadi kepala daerah selama ini, seperti Bu Risma di Surabaya yang saat maju di Pilkada diusung oleh PDI Perjuangan,” sambung wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah V tersebut.

Puan mengatakan, banyak negara menghormati apa yang perempuan Indonesia telah capai dalam politik. Salah satu buktinya, kata Puan, saat dia menghadiri acara Asia-Pacific Parliamentary Forum di Australia pada Januari 2020.

“Semua negara peserta acara tersebut bertepuk tangan saat saya sebutkan bahwa Indonesia pernah memiliki Presiden perempuan dan sekarang memiliki Ketua DPR perempuan yang pertama,” ungkapnya.

Puan melanjutkan, meski banyak kemajuan yang telah dicapai oleh perempuan Indonesia di berbagai bidang, namun perempuan masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.

Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi perempuan tersebut, dibutuhkan keputusan-keputusan politik serta kebijakan-kebijakan politik.

“Itulah mengapa perempuan butuh berpolitik,” ujarnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya