by

Kepala Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Suroto: Satpol PP Kini Jadi Polisi Covid-19 Untuk Cegah Penyebaran Virus

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purbalingga  terus mengedukasi langsung kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, kesadaran masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus ini dirasa masih rendah.

“Satpol PP sekarang mendapat tugas menjadi Polisi Covid-19. Anggota Satpol PP kita terjunkan ke lapangan untuk melakukan edukasi dan melakukan tindakan preventif yang solutif kepada masyarakat,” ungkap Kepala Satpol PP, Suroto kepada cyber media lintas24.com, Selasa dini hari (12 Mei 2020)

Ia menambahkan, kegiatan edukasi ini dibantu personil TNI, Polri, SAR, dan PMI. Dalam setiap kegiatan pembubaran kerumunan selalu didahului dengan pengarahan dan edukasi pencegahan. Hal ini diharapkan bisa memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Purbalingga yang terus meningkat.

“Bupati Purbalingga, Ibu Dyah Hayuning Pratiwi tadi juga ikut serta dalam kegiatan ini. Kami berkeliling ke seluruh wilayah di Kabupaten Purbalingga. Kami menerjunkan 10 orang orang personil gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, SAR, dan PMI ,” ungkap Suroto.

Ia menegaskan, masyarakat harus selalu mendukung imbauan-imbauan dari pemerintah untuk tetap melaksanakan prosedur pencegahan penularan Covid-19. Masyarakat diminta menjaga jarak dengan siapapun dan dimanapun.

“Biaya rumah sakit untuk penanganan Covid-19 ini sangat mahal. Untuk itu diharapkan masyarakat jangan tertular dan menjadi sakit. Jika negara sudah tidak mampu membayar perawatan, maka masyarakat sendiri yang akan membayar biaya rumah sakit. Jadi, mari kita patuhi bersama. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong,” tuturnya

Ia berharap masyarakat untuk tidak keluar rumah dulu, kalau terpaksa keluar rumah tetap jaga jarak dan menggunakan masker. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat membungkus makanan yang dibeli di rumah makan dan dibawa pulang, sehingga tidak membutuhkan waktu lama dibanding jika harus memakan makanan di tempat.

“Silahkan untuk membungkus makanan yang dipesan di warung makan dan dibawa pulang, tidak dimakan ditempat. Seperi terlihat dalam kegiatan ini, Alhamdulillah,  masyarakat mengikuti arahan edukasi kami, walapun tersentak, mereka telah sadar. Terbukti mereka langsung membubarkan diri dan tidak ada protes sedikit pun dari mereka. Karena kegiatan yang kami laksanakan ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya

Comment

Feed Berita