Menu
Media Online Terpercaya

Kepala Kesbangpol Purbalingga, Sadono: Pancasila jangan dipasung menjadi slogan, jargon dan label politik

  • Share
Acara Pemasyarakatan dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta, bertempat di Graha Srikandi, Sabtu, (12 Februari 2022).

Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Purbalingga bekerjasama dengan Kesbangpol Pemprov Jawa Tengah melaksanakan pemasyarakatan dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta, bertempat di Graha Srikandi, Sabtu, (12 Februari 2022).

Ada 5 narasumber penyampaian materi berasal Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah yakni H. Bambang Eko Purnomo, SE, menyampaikan materi Aktualisasi bela negara melalui karya nyata. Serta Hj. Nurul Hidayah Supriati, M.Si. menyampaikan materi Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Materi membangun semangat nasionalisme dalam bingkai kearifan lokal disampaikan oleh H. Moch. Ichwan, SH., MM, anggota komisi D. Kemudian Narasumber Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Mukhlis, S.Ag menyampaikan materi Pancasila di tengah era globalisasi.

Kemudian Narasumber dari Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, S.TP menyampaikan materi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Kesbangpol, Sadono mengatakan, Pencasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara Indonesia terbentuk melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan, serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia,” katanya.

Sadono menambahkan nilai universal telah memasuki sendi-sendi kehidupan berbangsa, dan tantangan global semakin dirasakan menjadi musuh terhadap nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila.

“Pancasila terus menerus direaktualisasi, sehingga secara berkelanjutan senantiasa mampu mempersatukan kebhinekaan bangsa, sekaligus dapat menjawab setiap perubahan global,” imbuhnya.

Ia menegaskan, keteladanan dalam mewujudkan revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara dan civil religion harus dilaksanakan oleh seluruh warga negara.

“Sehingga Pancasila jangan dipasung menjadi slogan, jargon dan label politik, tetapi benar-benar menjadi nafas hidup masyarakat, guna tercipta suasana kerukunan antar umat yang dilandasi oleh ketulusan semua kelompok, baik kelompok keagamaan, etnis, ras, suku maupun paham politik,” tegasnya.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.