by

Kementerian Agama Berharap Solidaritas Masyarakat Bantu Masjid Sediakan Hand Sanitizer

-Pendidikan, Update-dibaca 1.27Rb kali | Dibagikan 51 Kali

Solidaritas masyarakat  perlu dipupuk saat penerapan protokol kesehatan di tengah masa transisi pandemi Covid-19 menuju kebiasaan baru. Pasalnya, pemerintah tidak selamanya bisa mengatur dalam penyediaan hal teknis di lapangan.

“Ini menjadi persoalan ini persoalan kita bersama, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan sekali, misalnya belum memiliki hand sanitizer maupun alat pengecekan suhu badan bagi para jemaah masjid. Jumlah masjid di Indonesia mencapai 800.000. Sementara itu, jika digabungkan dengan jumlah mushala, diprediksi mencapai 1 juta tempat ibadah,” ujar Dirjen Bimbingan masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Kamaruddin Amin dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11 Juni 2020).

Ia menjelaskan, bagi pemerintah tidak bisa semuanya (tanggulangi kekurangan). Keterlibatan masyarakat sebagai pengguna sangat diharapkan, Untuk itu, pihaknya mengharapkan tokoh masyarakat maupun jemaah bisa sama-sama berkontribusi untuk memberikan bantuan kepada masjid yang kekurangan peralatan.

“Harapannya kita, jemaah yang ada di situ (masjid) bisa sama-sama berkontribusi,” ucap dia.

Adapun salah satu kewajiban pengurus masjid dalam SE Nomor 15 Tahun 2020 yakni menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah.

Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu lebih dari 37,5 derajat Celcius (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), mereka tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah.

Adapun SE tersebut tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi Tahun 2020.

 

 

Comment

Berita Lainnya