by

Kemenparekraf Meresmikan Bioskop Misbar Purbalingga

-Budaya, Update-dibaca 19.30Rb

Deputi  Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Hari Santosa Sungkari meresmikan Bioskop Gerimis Bareng (Misbar) yang berada di Taman Utsman Janatin City Park Kabupaten Purbalingga, Jumat (6 Maret 2020).

“Tidak mudah menerima bantuan untuk pembangunan Misbar dari Kemenparekraf, karena harus dilakukan riset yang selektif. Salah satu yang bobot pertama adalah adanya komunitas perfilman atau seni pertunjukan. Alhamdulillah di sini ada CLC. Tanpa mereka bangunan ini tidak ada,” ungkapnya,” tutur Hari Santosa Sungkari

Ia berharap, dengana danya Misbar ini dan juga ekonomi kreatif semua trending topic social media yang ada di Purbalingga akan berisi hal-hal yang positif. Tidak ada hoax/ kebencian dan nyinyir.

“Isinya adalah saya punya kopi baru, saya punya tarian baru, saya musik baru, saya punya lukisan baru, saya punya film baru dari Purbalingga. Tidak ada kata-kata negatif yang ada hanya positif,” katanya.

Ia berharap, untuk menentukan masa depan suatu daerah itu boleh mengangkat sumber daya alam, tapi sumber daya alam akan habis, maka harus melestarikan, menjaga dan jangan mengambil terlalu banyak/mengekspoitasi.

“Ambilah secukupnya. Sisanya sumber daya manusia berbentuk ekonomi  kreatif kita kembangkan,” lanjutnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan, atas nama pemerintah, masyarakat dan komunitas kreatif di Purbalingga mengucapkan terimakasih atas bantuan pembangunan Misbar yang diberikan oleh Kemenparekraf yang saat itu masih dengan lembaga Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“”Mewakili komunitas kreatif Purbalingga memohon dukungan arahan, bimbingan dan bantuan. Karena tentunya tidak bisa gerak sendiri, dan butuh bantuan pemerintah pusat agar komunitas kreatif bisa berkembang. Ini akan jadi suatu wadah komunitas kreatif yanga ada di Purbalingga untuk terus berkarya, berinovasi dan menampilkan hasil karya dalam menghibur masyarakat Purbalingga,” katanya.

Manajer Program Bioskop Misbar Purbalingga, Bowo Leksono mengatakan, Misbar ini, baginya menjadi tantangan. Misbar tidak hanya dikelola oleh komunitas film, akan tetapi juga komunitas kreatif lainnya. Ia mengajak semua komunitas kreatif untuk untuk berkarya dan diapresiasi di sini. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengapresiasinya agar kota ini bisa hidup.

“Mudah bagi pemerintah untuk membangun, namun yang tidak mudah adalah apa yang harus kita perbuat agar Misbar tetap hidup sebagai ruang kreatif.Kepada pemerintah, kami malu meminta bila kami tida berkarya. Kami enggan menghamba bila kami tidak berprestasi, karena itu berilah kami fasilitas jika kami berkarya dan berprestasi. Maka doakan kami untuk tetap sehat, agar bergembira dalam mengelola bioskop Misbar ini,” kata pria yang juga Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga ini.

Acara peresmian ini juga dimeriahkan pentas kolaborasi ‘Urup Urip Urup’ yang merupakan percampuran pertunjukan tari, musik tradisional, musik modern, teater dan rupa. Di sekitar Misbar juga disediakan stand Weekend Market (Pasar UMKM Purbalingga). Selain itu di Bioskop Misbar ini juga diputar film pendek ‘Peronika’, sebuah film karya CLC yang menjadi tonggak karakter di Purbalingga dan Banyumas Raya yang kemudian roh dan semangat karyanya diikuti oleh generasi saat ini

 

 

Comment

Feed Berita