by

Kemendikbud Bertekad Kurangi Buta Aksara Di Indonesia

-Pendidikan, Update-dibaca 4.14Rb kali | Dibagikan 9 Kali

Mengacu Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) UNESCO tahun 2020, yaitu “Literacy Teaching and Learning in The COVID-19 Crisis and Beyond’ with a Particular Focus on The Role of Educators and Changing Pedagogies“, Kemendikbud menetapkan tema nasional peringatan HAI tahun ini menjadi “Pembelajaran Literasi di Masa Pandemi COVID-19, Momentum Perubahan Paradigma Pendidikan”.

Dengan tema tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi permasalahan buta aksara dengan berbagai strategi, serta  mengajak para pegiat pendidikan untuk terus semangat dalam mengentaskan buta aksara..

“Pemerintah senantiasa mengupayakan agar masyarakat lepas dari permasalahan buta aksara,” ujanya kepada siber lintas24.com, Rabu (09 September 2020).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, mengatakan angka buta aksara di Tanah Air semakin menurun dari tahun ke tahun.

“Persentase buta aksara pada 2018 sebanyak 1,93 persen atau 3,29 juta orang, dan pada 2019 turun menjadi 1,78 persen, atau menjadi 3,076 juta orang,” tuturnya.

Strategi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), yakni melakukan pemutakhiran data buta aksara, memperluas program pendidikan keaksaraan, mengembangkan serta pemeliharaan kemampuan literasi warga, hingga mengakselerasi layanan pada program pada daerah yang padat buta aksaranya.

“Kemendikbud bergotong royong dan berusaha menghadirkan pendidikan yang inklusif termasuk di tengah pandemi Covid-19. Kita harus mengambil kesempatan. Saat pandemi Covid-19 selesai kita harus yakin kita dapat keluar sebagai pemenang, “tukasnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya