by

Kemdikbud Diminta  Perhatikan Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal

-Pendidikan, Update-dibaca 1.88Rb kali | Dibagikan 13 Kali

Kementerian PendidikanKebudayaan (Kemdikbud) diminta untuk tidak menyamaratakan seluruh daerah dalam penerapan pembelajaran jarak jauh. Anita meminta Kemendikbud memberikan perhatian khusus bagi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pasalnya, infrastruktur teknologi internet belum menjangkau daerah 3T secara luas dan memerlukan anggaran lebih besar dalam penerapan pembelajaran jarak jauh

“Kemendikbud dapat mengalokasikan anggaran secara adil. Dalam pendidikan jarak jauh ini saya rasa banyak hal yang bisa kita lihat di sini bahwa membutuhkan perhatian khusus daerah 3T ini,” kata Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat Anita Jacoba Gah dalam rapat bersama Kemendikbud di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta

Ia mengingatkan,  untuk pendidikan jarak jauh ini, Kemdikbud harus mengalokasikan anggaran yang berasaskan keadilan.

“Sudah daerah tertinggal, jangan lagi ditinggalkan. Sudah daerah tertinggal seharusnya kita memberikan perhatian khusus untuk pembelajaran jarak jauh ini, khususnya di aspek anggaran,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im, mengatakan pembelajaran berbasis teknologi akan terus digunakan pasca pandemi Covid-19. Kemendikbud memprediksi pandemi Covid-19 ini turut mendorong terjadinya perubahan struktural dalam dunia pendidikan.

“Prediksi pendidikan pascapandemi, pembelajaran berbasis teknologi digital akan terus digunakan satuan pendidikan dalam melayani peserta didik baik tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh,” kata Ainun dalam rapat.

Ainun mengatakan, kurikulum di satuan pendidikan bakal turut berubah dan berkembang sesuai kebutuhan masing-masing. Menurutnya, saat ini sumber-sumber belajar telah banyak tersedia baik oleh pemerintah maupun swasta.

“Kurikulum yang digunakan satuan pendidikan akan bervariasi, karena sumber-sumber belajar akan tersedia baik melalui LMS (learning management system) yang dikembangkan masing-masing satuan pendidikan, aplikasi pembelajaran daring yang disiapkan pemerintah, swasta, atau lembaga internasional, serta sumber belajar berbasis website,” tuturnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya