Kembali Digelar, Festival Film Purbalingga 2018

By: On: Dibaca: 74,298x
Kembali Digelar, Festival Film Purbalingga 2018

Festival Film Purbalingga (FFP) akan resmi memulai rangkaian festival dengan pembukaan program Layar Tanjleb di lapangan Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Purbalingga Sabtu, 7 Juli 2018 mulai pukul 20:00. Tahun ini merupakan edisi ke-12 FFP.

Total 18 desa di Banyumas Raya akan disambangi. Bekerjasama dengan pihak warga tiap desa, program Layar Tanjleb merupakan kerja kolektif antara FFP dengan warga Banyumas Raya.

“Sejak awal FFP memang didesain untuk melayani publik Banyumas Raya. Layar Tanjleb merupakan moda utama untuk membuat ruang temu antara warga dengan festival”, jelas Bowo Leksono selaku direktur festival.

Festival yang dikerjakan secara kolektif ini melibatkan komunitas film lain seperti Sangkanparan (Cilacap) serta Sinema Kedung (Kebumen). Bersama CLC Purbalingga, kesemuanya merupakan bagian dari Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB).

Program lain yang dirangkai dalam festival ini adalah Nonton Bersama Tetangga; sebuah program yang mengajak warga sekitar area Purbalingga kota untuk mewakafkan teras rumah menjadi tempat menonton program FFP, tahun ini ditetapkan menjadi pilar baru setelah percobaan pertama di tahun lalu mendulang respon positif.

Diedisi ke-12, FFP coba memperkuat program-program yang sudah jalan ditahun-tahun sebelumnya. Percobaan-percobaan baru yang kami anggap selayaknya dikembangkan, dipertajam kembali dan digali kemungkinan pengembangannya.

Tahun lalu untuk pertama kalinya FFP mengadakan lokakarya vloger, bagi anak muda Banyumas Raya yang berminat dan berniat menjadi ‘Youtuber’. Tahun ini, lokakarya kami pertajam dengan tambahan perspektif dokumenter. Mimpi kami, anak muda Banyumas Raya yang menjadi vloger bisa melakukan kerja-kerja dokumenter, mengupas hal-hal menarik disekeliling desa mereka.

Dan tentu saja Kompetisi Film Pendek Pelajar Banyumas Raya sebagai salah satu puncak perayaan. Tahun ini boleh dibilang kualitas produksi para pelajar semakin mumpuni. Total ada 28 judul mendaftar tahun ini. Sejumlah 18 film dokumenter, 10 film fiksi.

Nanki Nirmanto, manager FFP, menjelaskan bila tiap tahun selalu ada peningkatan kualitas karya pelajar Banyumas Raya. “Selalu menjadi tantangan bagi kami untuk menjaga dan mengembangkan kualitas karya para pelajar. Pendampingan yang kami lakukan setahun penuh, berbuah manis. Banyak karya yang bahkan melebihi harapan kami”, imbuhnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!