by

Keluarga Besar SMPN 3 Purbalingga Salurkan Bantuan Kepada Keluarga Siswa yang Membutuhkan

-Pendidikan, Update-dibaca 12.48Rb kali | Dibagikan 97 Kali

Keluarga Besar SMP Negeri 3 Purbalingga memberikan bantuan uang tunai Rp 6 juta dan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada Cresentia Anna (48), janda beranak dua yang bertahun-tahun hidup di rumah kontrakkan dan menopang hidup untuk membiayai dua putrinya, yaitu Nadia Cahya Christyanti   (17), alumni SMP Negeri 3 Purbalingga tahun 2018/2019 yang kini bersekolah di jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Bojongsari, dan adiknya, Ruth Lintang Pamudji (13), siswi Kelas 8F SMP Negeri 3 Purbalingga.

Cresentia Anna telah ditinggal mati suaminya 10 tahun lalu, dan harus berjualan jajanan di kompleks SD Negeri 1 Penaruban dengan penghasilan tidak menentu. Penghasilannya makin tidak menentu setelah adanya pandemi Covid-19.

“Terima kasih sekali kepada bapak ibu dan saudara yang telah peduli kepada kami. Juga kepada keluarga besar SMP Negeri 3 Purbalingga. Berkat bantuan bapak ibu semua, kami bisa memiliki rumah layak huni,” tutur Cresentia Anna kepada siber lintas24.com, Selasa (11 Agustus 2020).

Bantuan uang dan sembako itu yang dikumpulkan dari para siswa Kelas 7, 8 dan 9, jajaran dewan guru serta karyawan dan alumni SMP Negeri 3 Purbalingga itu diserahkan langsung oleh Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno di kediamannya yang sederhana dan semi permanen, di wilayah RT  1/RW 1 Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga.

“Bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya, namun ini bukti kepedulian kami untuk membantu keluarga SMP Negeri 3 Purbalingga yang membutuhkan,” ujar Subarno kepada media siber lintas24.com, Selasa (11 Agustus 2020).

Bantuan pun datang silih berganti dari berbagai pihak. Komunitas Guyub Rukun Sedulur  Purbalingga  (Guru Sepur) bersama Relawan Purbalingga Under Cover (PUC) dan  Lintas Komunitas (Linkom) Purbalingga yang tergerak hatinya, memanfaatkan lahan di atas tanah seluas 35 meter persegi milik warisan orang tua Cresentia Anna, untuk dibangun rumah sederhana semi permanen.

“Setelah rumah ini layak dihuni, kalian harus semangat untuk terus belajar dengan gigih, guna meraih cita-cita yang kamu inginkan,” ujar Subarno.

Pembangunan rumah tersebut telah dikerjakan sejak 4 Maret hingga 20 Maret 2020, dan menelan biaya Rp 15.278.000,- . Uang yang dipakai tersebut terkumpul dari para donatur yang peduli terhadap nasib Anna dan keluarganya.

Ia juga berpesan kepada dua anak Cresentia Anna untuk terus belajar  dengan penuh semangat, meskipun dalam situasi pandemi dan keterbatasan yang ada.

Editor : Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

Comment

Berita Lainnya