Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Pengadegan Sajikan Buah Pepaya Jadi Kuliner Istimewa

By: On: Dibaca: 82,862x
Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Pengadegan Sajikan Buah Pepaya Jadi Kuliner Istimewa

Pepaya biasanya dijual langsung dalam bentuk buah. Namun, ditangan para Ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Pepaya diolah menjadi makanan seperti keripik pepaya, dodol pepaya  dan manisan pepaya.

Pepaya yang digunakan untuk produk olahan yakni menggunakan pepaya California yang banyak dijumpai di Desa Pengadegan. Di Kecamatan Pengadegan sendiri luas kebun pepaya sekitar 12 hektar sedangkan di Desa Pengadegan sekitar 3,5 hektar. Produksi untuk setiap hektarnya sekira 4-5 ton, tergantung pemeliharaan tanaman juga, produksi paling bagus tahun pertama sampai kedua, tahun ketiga biasanya sudah ada penurunan produksi

Hasil panen dari pepaya masih dipengaruhi oleh siklus musim, sebelum memasuki musim kemarau panen bisa dilakukan satu minggu atau dua minggu sekali. Sedangkan musim kemarau panen pepaya hanya satu bulan sekali.

Untuk harga buah pepaya 1 kg diambil di lahan sebesar Rp 1800,- di petani tapi harga fluktuatif pernah 1000/kg sampai 2000/kg. Sedangkan untuk harga dodol pepaya per kg dijual seharga Rp 30 ribu, manisan Rp 27 ribu/kg dan keripik pepaya dijual Rp 80 ribu/kg.

“Untuk membuat dodol pepaya dibutuhkan pepaya yang sudah matang, untuk manisan pepaya dibutuhkan pepaya yang setengah matang atau gemading dan untuk keripik pepaya menggunakan pepaya yang masih muda,”ungkap Sri Haryanti dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pengadegan

Terkait dengan produk olahan pepaya yang sedang dikembangkan oleh KWT Sri Rejeki juga belum mengantongi izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Menurutnya, pihaknya akan membantu secara bertahap mulai dari mengurus izin PIRT, perbaikan produk, keamanan produk dan kemasan.

“Rencananya kami akan konsultasikan terlebih dulu dengan Unsoed untuk komposisi dalam produk olahan pepaya ini. Karena dalam satu hari, KWT Sri Rejeki ini membuat 5 kg dodol, 3 kg keripik dan 2 kg manisan tergantung pesanan tapi setiap hari pasti ada peningkatan olahan yang dibuat,” ungkapnya.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!