by

Kejaksaan Negeri Purbalingga Hentikan Penuntutan Karena Keluarga Korban dan Tersangka Berdamai

-hukum, Update-dibaca 11.41Rb kali | Dibagikan 66 Kali

Kejaksaan Negeri Purbalingga menghentikan proses hukum kasus meninggalnya Muhammad Akbar (8) karena tenggelam di kolam renang di Desa Rajawana Purbalingga. Korban saat tengah mengikuti mengikuti mata pelajaran renang di sebuah kolam renang di Desa Rajawana, Februari 2020.

Kejadian itu bergulir ke ranah hukum. Eko Bayu Setiawan (30), guru yang mengajar renang ditetapkan tersangka dengan jerat pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal.

Kasi Pidsus Kejari, Triyana Setia Putra mengungkapkan, pihaknya menghentikan penuntutan karena sudah ada kesepakatan perdamaian antara orang tua korban dengan tersangka yang dinyatakan dalam berita acara.

“Kami menghentikan proses hukum penuntutan terhadap tersangka Eko Bayu Setiawan yang terancam hukuman penjara 5 tahun. Hal ini menyusul adanya kesepakatan damai dengan keluarga korban,” tuturnya, dalam keterangan pers di Aula Kejari Purbalingga, Selasa sore (22 September 2020).

Ia menjelaskan, oenghentian penuntutan itu, lanjut Triyana, mengacu pada Peraturan Kejaksaan Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif alias restorative justice.

“Perja itu memungkinkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu yang ada korbannya,” ungkapnya.

Triyana yang didampingi Kasi Intel Indra Gunawan SH dan jaksa fungsional Fahmi Idris SH menambahkan, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif itu hanya bisa dilakukan bila ada kesepakatan damai antara pihak korban dengan tersangka.

“Inisiatif perdamaian justru dari orang tua korban,” ujar Triyana.

Dalam jumpa pers itu, hadir pula orang tua korban, Arief Herdiansah dan Eko Bayu Setiawan. Arief mengaku memilih berdamai dan memaafkan Eko Bayu Setiawan agar arwah anaknya tenang. Arief juga menyadari musibah yang dialami anaknya bukan karena kesengajaan.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Opang Viral di Tanjung Duren yang 'Getok' Tarif Rp 250 Ribu

“Saya tidak ingin ada lagi yang tersakiti,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Comment

Berita Lainnya