by

Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Sekolah Harus Sesuai Kesepakatan Orang Tua Murid

-Pendidikan, Update-dibaca 3.24Rb kali | Dibagikan 29 Kali

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal menyerahkan kebijakan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka pada awal ajaran baruke masing-masing sekolah.

“Tanggal 13 Juli 2020 mendatang adalah awal pelajaran baru. Kebijakan KBM tatap muka di sekolah harus dengan kesepakatan orang tua murid. Artinya keputusan belajar dengan tatap muka  tergantung keputusan orang tua atau wali murid. Tidak boleh keputusan sepihak dari sekolah. Ketika mayoritas orang tua tidak menyetujui ya tidak diaktifkan,” tutur Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal Ismail Fahmi

Fahmi mengatakan, jika suara mayoritas orang tua menyetujui hingga akhirnya sekolah diaktifkan kembali, suara minoritas orang tua tetap ditampung.

“Misal ada 1 atau 2 orang tua tidak setuju KBM tatap muka, maunya tetap daring, ya sekolah harus memfasilitasi. Tidak boleh memaksa siswa untuk masuk sekolah,” kata Fahmi.

Tak hanya itu lanjut Fahmi, ketika KBM tatap muka digelar, kapasitas ruangan tidak diperbolehkan diikuti maksimal jumlah siswa dalam satu rombongan belajar.

“Misal dalam satu rombel jumlahnya 30 anak, maka tidak boleh seluruhnya masuk bersamaan. Artinya harus dibagi dua. Setengah di jam masuk pagi, setengah lagi misalnya masuk siang atau bergantian,” tuturnya.

Menurut Fahmi, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan pihak sekolah sebelum memutuskan KBM tatap muka mulai 13 Juli mendatang. Selain kesepakatan orang tua murid, juga harus bisa menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk sarana dan prasarana jangan sampai terabaikan demi mencegah penularan COVID-19.

“Ketika sudah diputuskan ada kesepakatan bersama pihak sekolah, komite dan orang tua. Nanti dari kami melaporkan ke gugus tugas atau wali kota,” katanya.

Comment

Berita Lainnya