by

Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Purbalingga Dilarang

-Pendidikan, Update-dibaca 3.86Rb kali | Dibagikan 30 Kali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga belum memberi lampu hijau untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dalam masa pandemi Covid-19 ini.  Pembelajaran harus dilakukan dalam jaringan (daring) atau virtual.

“Mengingat saat ini masih masa Pandemi Covid-19. Jadi setelah melaksanakan MPLS selanjutnya proses pembelajaran dilakukan secara daring, vitual atau online,” ungkap Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat melakukan monitoring terhadap kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Purbalingga

Dia menambahkan, orang tua memiliki peran besar agar pembelajaran daring efektif. Sehingga, dia berharap kepada orang tua siswa untuk aktif mendampingi anaknya dalam pembelajaran daring.

Bupati juga meminta kepada, siswa untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19. Yakni dengan menjalankan protokol kesehatan di mana pun berada. Sehingga kondisi Kabupaten Purbalingga bisa memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Terkait MPLS, Bupati memantau sejumlah sekolah melaksanakan kegiatan MPLS selama satu pekan. Teknisnya MPLS dilaksakanan secara bergilir antar kelompok siswa baru. Pelaksanaan MPLS juga dibatasi waktunya.

“Sekolah juga melaksanakan sejumlah protokol kesehatan dengan ketat. Yakni, mulai dari menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan mewajibkan siswa memakai masker,” imbuhnya.

Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga, Runtut Pramono menjelaskan, MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan fasilitas di sekolah. Tetapi juga pengenalan proses pembelajaran nantinya yang akan digunakan dalam sistem daring.

“Paling utama dalam masa pandemik ini proses pembelajaran melalui daring. Ini butuh pemahaman tersendiri bagi siswa, orang tua maupun para guru. Melalui proses MPLS ini mudah-mudahan setiap kendala dalam pembelajaran secara daring itu bisa teratasi, setidaknya,” jelasnya.

Comment

Berita Lainnya