by

Katasapa dan Harmoni Kerontjong Moeda Lolos Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbud

-Budaya, Update-dibaca 6.02Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) dan Harmoni Kerontjong Moeda (HKM), Dua komunitas seni dari Kabupaten Purbalingga lolos Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Pada program ini, Katasapa mengajukan program berupa workshop dan pentas teater sedangkan HKM menawarkan konser/pagelaran dengan konsep Keroncong Orkestra. Seluruh musisi Orkestra dan keroncong muda yang sebagian berdomisili di Kabupaten Purbalingga akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Kedua komunitas ini lolos bersama 127 penerima lainnya. Mereka harus bersaing dengan 2.032 proposal dari seluruh wilayah Indonesia yang masuk ke Kemendikbud. Alhamdulillah, setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, kami lolos program FBK. Awal pekan lalu, kami diundang untuk lokakarya di Jakarta terkait program tersebut,” kata Ketua Katasapa Purbalingga, Ryan Rachman, Senin (12 Oktober 2020).

Ia mengungkapkan, dibanding bidang kesenian lainnya, teater di Kabupaten Purbalingga masih jauh tertinggal. Sehingga perlu pembinaan dan pengembangan agar seni ini kian maju. Oleh sebab itu dibutuhkan bekal pelatihan atau workshop teater dan juga ekspresi pentas.

“Dengan mengangkat budaya dan muatan lokal yang akan dipentaskan sebagai hasil workshop dan pendampingan semakin memperkuat ketahanan dan pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari kebudayaan nasional,” terangnya.

Adapun sasarannya adalah pelajar SMA sederajat dan masyarakat umum. Pelatihan akan diisi oleh praktisi berlangsung selama tiga hari pada 22, 23, dan 24 Oktober 2020. Masing-masing Sosiawan Leak dan Turah Hananto dari Surakarta, Asa Jatmiko dan Kudus dan Apito Lahire dari Tegal.

Dilanjutkan dengan latihan selama sepuluh pertemuan didampingi oleh pendamping dari Katasapa untuk persiapan pementasan. Adapun naskah yang akan dipentaskan bersumber dari cerita/legenda rakyat di Kabupaten Purbalingga dan sebagian besar menggunakan bahasa daerah/penutur asli bahasa Jawa dialek Penginyongan atau Banyumasan.

Finalnya, hasil latihan mereka akan dipentaskan di empat lokasi yakni pada Rabu, 23 November 2020 di Kecamatan Bobotsari, Jumat, 27 November 2020 di Kecamatan Bukateja, Senin, 30 November 2020 di Kecamatan Kaligondang dan pada Rabu, 2 Desember 2020 di Bioskop Misbar Taman Kota Usman Janatin Purbalingga.

“Seluruh pementasan disiarkan secara virtual. Adapun para penonton yang hadir harus menjaga protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua HKM, Canggih Finalti mengatakan, satu tujuannya adalah membangun motivasi dan konsistensi dalam rangka melestarikan dan mengembangkan musik keroncong di Kabupaten Purbalingga khususnya bagi generasi muda.

“Dengan demikian, masyarakat akan tahu dan lebih bisa menjaga serta melestarikan musik keroncong di Kabupaten Purbalingga. Sehingga ke depan, generasi muda di Puralingga bisa lebih tertarik untuk belajar musik keroncong,” katanya.

Tahap dimulai pada awal bulan pertengahan Oktober 2020 diawali dengan pemilihan musisi terbaik dari tahap seleksi hingga tahap kelayakan untuk mengikuti latihan dari segi keterampilan bermusik. Ada 50 musisi muda yang akan dilibatkan dalam konser ini.

Kemudian, pemilihan para penggubah lagu yang sudah berpengalaman. Proses latihan selama satu minggu secara seksional oleh masing-masing musisi keroncong. Latihan gabungan selama tiga hari untuk menyelaraskan harmoni serta unsur-unsur musik lainya hingga tahap layak pentas.

“Tahap terakhir yaitu pementasan konser pada tanggal 14 November 2020 di gedung Bioskop Misbar Kompleks Taman Kota Usman Janatin Purbalingga,” pungkasnya.

Comment

Berita Lainnya