Katarina Devina Rahardian – Teruslah Berlatih “Resep” Mahir Bermain Biola

By: On: Dibaca: dibaca 238.26Rbx
Katarina Devina Rahardian – Teruslah Berlatih “Resep” Mahir Bermain Biola

 

Biola bagi Katarina Devina Rahardian murid kelas 3B SD Pius Purbalingga merupakan salah satu instrumen yang menyenangkan dan indah untuk dimainkan.

Tidak banyak orang yang bisa memainkan biola karena instrumen yang satu ini tergolong sulit jika dibandingkan dengan alat musik lainnya seperti gitar, dan drum. Permainan biola adalah seni menggesek dan seni menarikan jari.

Rasanya ungkapan tersebut sangatlah tepat untuk menggambarkan bagaimana permainan biola itu. Dalam bermain biola, dituntut untuk lincah menggerakkan jari-jari tangan guna mencari not dan ritme musik yang tepat.

“Awalnya, saya dituntut belajar ekstra untuk menyesuaikan diri dengan alat musik berdawai ini,” ungkap anak kedua dari pasangan Beni Raharja dan Septi Triastanti kepada tabloid elemen dan lintas24.com

Pasalnya, banyaknya tantangan yang harus dilalui, saya harus “benar-benar” belajar dengan benar agar mampu melantunkan nada yang indah, dari alat musik kecil bernama biola ini.

Gadis kecil kelahiran Purbalingga 10 April 2008 mengaku, berlatih memainkan biola membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi mahir, namun dengan kesabaran, disiplin, dan semangat yang besar, langkah-langkah ini akan mempercepat kemampuan memainkan instrumen yang terkenal ini.

“Letakkan leher biola di ruang antara ibu jari kiri dengan jari telunjuk. Dulu pertama  latihan itu memainkan senar terbuka uantuk nada G,D,A dan E secara berurutan dari senar yang atas ke bawah,”celoteh ringan Devina yang sering bergabung dengan para pemain biola dewasa.

Adik dari Maria Christinroselia Soffie K ini menuturkan, mula-mula menggerakkan busur mulai dari tengah busur sepanjang 15 cm atau lebih, kemudian menggerakkan bow mulai dari frog ke tengah busur dan kembali lagi. Berlatihlah terus sampai dapat menggerakkan busur dari ujung ke ujung. Gesek senar secara bergantian dengan menaikkan atau menurunkan siku untuk membawa busur ke ketinggian yang tepat. Untuk bisa menghasilkan bunyi yang indah, tangan kanan kita harus mampu menguasai bow

“Lebih dari itu, saya juga dituntut untuk mampu menggerakkan tangan kanan dengan gesit dan lincah. Tangan kanan juga akan menjadi tulang punggung atau poros permainan lagu,”kenang Devina.

“Resep”nya lanjut Devina yang bercita-cinta menjadi seorang dokter ini, teruslah berlatih sampai dapat memainkan satu senar tanpa menyentuh senar yang lain. Sangatlah penting untuk menguasai kendali, sehingga tidak akan tanpa sengaja memainkan not yang tidak seharusnya dimainkan.

Hobi Devina ini mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Sang Ibu, Septi Triastanti menuturkan, biarkan anak belajar memilih. Mulailah dari hal yang paling sederhana. Misalnya, memilih dan berikan kemandirian untuk mengembangkan minat kecintaan terhadap alat musik.

“Saya selalu memberikan pilihan bagi kedua anak saya. Mendidik anak menjadi lebih mandiri itu gampang-gampang susah. Penanganan untuk tiap anak, tidak selalu sama. Karakter anak yang unik dan berbeda membutuhkan penanganan yang tidak sama,”ungkap PNS di RSU Goeteng Tarunadibrata Purbalingga.

Septi mengaku, kebebasan memilih untuk kedua anaknya mengantarkan kesuksesan kedua anaknya dalam mengembangkan bakat dan minat. Berikan pemahaman dalam menggali minat terhadap keinginannya.

“Kedua anak saya sekarang sudah mahir memainkan biola. Rasanya sejuk bila melihat kedua anak kompak memainkan biola, suasana rumah menjadi hangat,”ungkap Septi.(mahendra yudhi krisnha)

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!