by

Kasus Positif Covid-19 di Purbalingga Bertambah Sembilan Sekaligus. Bupati Purbalingga Ingatkan Kembali Masyarakat Agar Waspada

-Daerah, Update-dibaca 23.59Rb kali | Dibagikan 106 Kali

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, kembali mengungkapkan peningkatan kasus positif Covid-19 yang terjadi di daerah Purbalingga. Penambahan kasus positif Covid-19 tersebut sebanyak sembilan orang sekaligus. Dengan penambahan ini, telah terjadi  15 kasus aktif termasuk yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dari total Jumlah 86 kasus, terinci 15 kasus aktif (dirawat), 70 pasien sembuh, dan satu pasien meninggal dunia,” tuturnya kepada siber lintas24.com, Kamis (20 Agustus 2020).

Ia menjelaskan, sebelumnya, dalam rentang pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus, penambahan kasus baru dan pasien yang telah sembuh sempat berimbang.

“Rata-rata dirawat antara 4- 5 orang.  Namun kali ini, kasus positif seluruhnya (kumulatif) menjadi 86 kasus,” ungkapnya

Ia merinci, tiga orang berada di wilayah Kecamatan Purbalingga, yakni warga Kelurahan Penambongan berprofesi sebagai pengemudi sering mobilitas sering luar kota,  Warga Kelurahan Purbalingga Wetan, riwayat kontak erat dengan pasien positif. Dan satu orang warga Kelurahan Kedungmenjangan, riwayat perjalanan dari Ternate.

Selanjutnya, dua orang warga Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, riwayat perjalanan dari Jakarta. Satu orang warga Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari, riwayat perjalanan dari Jakarta. Satu warga Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, riwayat mobilisasi dari Makasar. Kemudian satu orang warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, dan satu orang warga Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, keduanya merupakan Pemilu/Pilkada.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang berlaku untuk mengurangi jumlah penularan kasus positif Covid-19,” pintanya.

Ia berharap untuk menghidupkan kembali Jargon Jogo Tonggo sesuai program yang telah dicanangkan pemerintah.

“Jika ada tetangganya yang positif tolong dibantu keluarganya. Jika ada yang baru bepergian dari luar kota dan berasal dari wilayah zona merah, tolong juga untuk diedukasi agar melakukan isolasi mandiri. Covid belum selesai ya sedulur, dan kita tidak tahu kapan selesainya. Terapkan Jogo Tonggo, sesuai program yang digencarkan oleh Pak Gubernur Jawa Tengah bagi keluarga yang terkenan covid atau yang baru bepergian ke luar kota”, pungkasnya.

Editor: Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

 

Comment

Berita Lainnya