by

Kasus Pasien Positif Covid-19 Kebumen Tembus 101 Kasus

-Daerah, Update-dibaca 6.54Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Kebumen Cokroaminoto menyebut kasus pasien positif corona masih mengalami peningkatan. Tercatat jumlahnya telah mencapai 101 orang setelah pasien bertambah tiga orang.

Adapun tiga orang tersebut yakni berinisial BS (58) laki-laki,  DMP (24) laki-laki dan NF (25) perempuan. Ketiga pasien tersebut terkonfirmasi memiliki riwayat dan merupakan kontak erat dari kasus terdahulu serta memiliki penyakit penyerta.

“Kini ketiganya sedang menjalani isolasi,” tuturnya kepada media siber lintas24.com, Selasa (4 Agustus 2020).

Selain itu untuk Orang Dengan Pemantauan (ODP) hingga kini tercatat sebanyak 3.345 orang. Dari julmah tersebut 3.290 orang diantaranya telah selesai pemantauan. Sedangkan 55 orang masih dalam pemantauan. Untuk Pasien Dengan Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 297 orang. 25 meninggal dunia tanpa hasil lab. Sedangkan PDP yang masih dalam pengawasan ada sebanyak 5 orang. 53 orang telah selesai. “Untuk pasien positif Covid-19 tercatat 101 orang, 2 meninggal dunia, 34 orang dalam perawatan dan 65 sembuh,” katanya.

Cokro Aminoto menyampaikan memperhatikan perkembangan kasus positif covid-19 di Kabupaten Kebumen, Gugus Tugas telah melakukan pengkajian kasus dan analisa data. Dari hasil kajian tersebut  menunjukkan bahwa kasus positif covid-19 di Kabupaten Kebumen masih berpotensi naik.

“Namun, di sisi lain kehidupan beragama, pendidikan, sosial- ekonomi harus berjalan. Sehingga diperlukan upaya memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan dicirikan pemberlakuan protokol pencegahan penularan covid-19 secara ketat,” jelasnya.

Disampaikan pula sesuai dengan Peraturan Bupati Kebumen Nomor 29 tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Kebumen, diperintahkan masyarakat untuk menjaga jarak aman (1-2 meter), ketika berkomunikasi dengan orang lain. “Selain itu jika  keluar rumah, harus mengenakan masker, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan bagi para pendatang untuk lapor RT/RW setempat,” tegasnya.

Selain itu sesuai Surat Bupati Nomor 451/1879 perihal penyelenggaraan kegiatan keagamaan dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid 19 di masa pandemi, mengatur penyelenggaraan ibadah inti dan sosial.

“Bahwa setelah Penyelenggara  kegiatan ibadah,  mendapat surat keterangan aman covid-19 dari Ketua Gugus Tugas Kecamatan maka pengurus maupun penanggung jawab tempat ibadah serta masyarakat berkewajiban untuk menerapkan protokol pencegahan covid-19 di tempat ibadah,” katanya.

Comment

Berita Lainnya