by

Karya Tulisan Publikasi Ilmiah Sumbang Poin Kenaikan Pangkat/Golongan

-Pendidikan, Update-dibaca 3.97Rb kali | Dibagikan 13 Kali

Persyaratan mutlak pada unsur pengembangan diri dengan sub unsur publikasi ilmiah dan karya inovatif sudah mulai diberlakukan. Oleh karena itu, kemampuan guru untuk menghasilkan karya tulisan publikasi ilmiah masih membutuhkan dorongan dari pemerintah melalui dinas terkait.

“Tulisan ilmiah yang terbit di media massa bisa menyumbangkan poin bagi kenaikan pangkat/golongan. Yaitu sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat/golongan bisa terkendala jika prasyarat karya penulisan ilmiah tidak ada,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Setiyadi

Ia menjelaskan, prasyaratan itu berdasarkan pemberlakuan Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Sehingga menulis publikasi ilmiah dan karya inovatif sudah merupakan persyaratan wajib untuk kenaikan pangkat/golongan.

“Dari pangkat golongan guru pertama III/b ke pangkat golongan guru muda golongan III/c. Setidaknya dibutuhkan nilai angka kredit sebanyak empat, dengan ketentuan bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan atau karya inovatif. Ini juga berlaku untuk guru Madya Golongan IV/a yang akan naik menjadi Guru Madya Golongan IV/b. Mereka wajib menulis publikasi ilmiah,” ungkapnya

Ia menegaskan, agar para guru yang akan naik pangkat/golongan bisa semakin melek menulis, maka Dindikbud terus memacu mereka. Bisa pelatihan melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah  (MKKS),  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga dan lainnya.

“Adanya penulisan karya ilmiah ini sangat membantu. Misalnya publikasi di media lokal poin 1, media regional 2 dan media skala nasional 3 poin,” tambahnya.

Ia menguraikan, bahkan jika sudah menguasai kesempatan naik ke golongan IV/b terbuka secara luas bagi semua guru, asalkan bisa berhasil membuat publikasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan

Baca Juga:  Masyarakat Purbalingga Berkomitmen Wujudkan Purbalingga Damai

“Setiap guru yang akan naik golongan ke IV/b harus membuat publikasi ilmiah. Jangan malas menulis, hanya karena kesibukan mengajar,” ungkapnya.

Ia menyakini,  guru dan menulis merupakan profesi dan sebuah kegiatan yang tak bisa dipisahkan. Kegiatan menulis merupakan rutinitas seorang guru mulai dari mempersiapkan pembelajaran, mengelola proses pembelajaran sampai pada tahapan evaluasi pembelajaran.

“Saya yakin mereka bisa menulis,” tegas Setiyadi.

Comment

Berita Lainnya