by

Kapolres Purbalingga, AKBP Muchammad Syafii Maulla: Teguran Langgar Protokol Kesehatan Tak Diindahkan, Kedua Paslon Disanksi

-Politik-dibaca 4.62Rb kali | Dibagikan 19 Kali

Semua pihak harus berkomitmen untuk menjadikan semua tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga tahun 2020 ini tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. Karena, dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 terdapat aturan yang harus dipatuhi berkaitan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan wabah Covid-19.

“Dua pasangan calon (paslon) telah sepakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dalam kampanye. Harapan kita tentunya pelaksanaan Pilkada ini dapat berjalan lancar dan berkualitas namun tetap berpedoman dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafii Maulla usai mengikuti Deklarasi Damai dan Komitmen Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19, di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga, Sabtu (26 September 2020).

Dia menjelaskan, acara tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan Pilkada Purbalingga yang damai aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Apalagi Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Purbalingga telah diberikan wewenang untuk melakukan teguran secara tertulis, terhadap pelanggar peraturan protokol kesehatan selama tahapan berlangsung.

“Jika, teguran tersebut tidak diindahkan, maka jajaran Bawaslu berkoordinasi kepada jajaran Polri, untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga Imam Nurhakim. Dalam acara tersebut, kedua paslon membacakan deklarasi yang menyatakan antara lain siap bertanggung jawab untuk tidak melibatkan banyak masa maupun kerumunan yang melanggar aturan pada setiap tahapan Pilkada 2020. Siap mematuhi Protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 4M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan).

Selanjutnya, siap bertanggung jawab terhadap pelanggaran Protokol kesehatan Covid-19, yang dilakukan oleh sendiri maupun masa pendukungnya. Siap dilakukan testing, tracing dan treatmen apabila mengalami gejala Covid-19.

“Serta, siap menerima sanksi administratif maupun sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang Protokol kesehatan Covid-19 dan Peraturan-peraturan perundang-undangan lain yang berlaku,” ungkapnya.

Naskah Deklarasi Damai dan Komitmen bersama kemudian ditandatangani oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati maupun yang mewakili. Kemudian deklarasi yang sudah ditandatangani semua pihak diserahkan oleh paslon kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 disaksikan oleh Bawaslu Kabupaten Purbalingga.

Acara tersebut, dihadiri langsung oleh paslon Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono. Sedangkan, paslon Muhammad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni) tidak hadir dan diwakili anggota tim kampanye Sukhedi dan Budi Nur Zaenanto.

 

 

Comment

Berita Lainnya