Kahfi, Mantan Direktur BUMDes Karangjambu Dibui 4 Tahun

By: On: Dibaca: 24,527x
Kahfi, Mantan Direktur BUMDes Karangjambu Dibui 4 Tahun

 

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan vonis empat tahun penjara untuk Kahfi (27), mantan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangjambu Mulia eks-PNPM

Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Ari Widodo, di Semarang Rabu (23 April 2019). Selain itu, Kahfi juga dikenakan membayar denda Rp 100 juta dan harus mengganti kerugian negara Rp 1,9 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Purbalingga, Nur Mulat Setiawan, melalui Kasi Pidana Khusus Meyer Volmar Simanjuntak, mengungkapkan, putusan majelis hakim lebih lebih rendah dari tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Purbalingga. Jaksa menuntut terdakwa dihukum enam tahun penjara. Namun demikian, JPU menerima putusan yang diberikan hakim.

“Memang lebih rendah dari tuntutan kami. Walau demikian, kami menerima putusan majelis hakim. Terdakwa juga menerima,” katanya

Mayer menjelaskan, Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi, menyalahgunakan uang BUMDes. Hal itu dilakukan saat dia menjabat sebagai direktur lembaga keuangan yang dipimpinnya tersebut sejak 2015-2017. Adapun hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Alasan lain, terdakwa juga belum mengembalikan kerugian negara sama sekali. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Ia menambahkan, dari putusan tersebut, terdakwa harus segera mengembalikan kerugian negara Rp 1,9 miliar. Terdakwa diberi tenggat waktu dalam sebulan setelah vonis dibacakan.

“Kalau terdakwa tidak membayar, maka hartanya dapat dirampas untuk negara,” kata Mayer.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Purbalingga mengungkap kasus dugaan penyelewengan uang negara di Kabupaten Purbalingga dengan tersangka mantan Direktur BUMDes Bersama Kecamatan Karangjambu, M Kahfi (27). Diketahui, kerugian negara yang disebabkan atas kasus ini mencapai Rp 1,9 miliar. Tindak korupsi yang dilakukan oleh tersangka terjadi pada tahun anggaran 2015-2017. Saat masih ada PNPM, tersangka menjabat sebagai ketua UPK PNPM Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu. Setelah PNPM berganti menjadi BUMDes, tersangka sebagai Direktur BUMDes, Karangjambu. Setelah PNPM ditiadakan, uang yang dikelola untuk kredit pinjaman itu, atas kesepakatan dilanjutkan pada program BUMDes.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!