by

Kadindikbud Purbalingga, Setyadi: Peran Katasapa Purbalingga Sangat Membantu Dalam Pembangunan Manusia

-Budaya, Update-dibaca 8.56Rb kali | Dibagikan 24 Kali

Peran Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga sebagai komunitas teater dan sastra dirasakan sangat membantu dalam pembangunan manusia. Masyarakat diberikan ruang untuk berekspresi sekaligus menyalurkan minat dan bakat.

“Ini sangat menarik sekali, para peserta ini bisa bebas berekspresi dan teater tidak hanya hanya soal pentas atau akting tapi mencakup semua aspek dalam teater,” nya. kata Kepala Dindikbud (Kadindikbud) Purbalingga, Setyadi saat membuka Workshop dan Pentas Teater di GOR Mahesa Jenar Purbalingga, Kamis (22 Oktober 2020).

Setyadi menuturkan, Workshop dan Pentas Teater ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh Katasapa Purbalingga. Hanya saja pada tahun sebelumnya difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan saat ini difasilitasi oleh Kemendikbud.

“Semoga ini bisa bermanfaat dan program yang baik ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkas Setyadi.

Ia juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan ini. Meskipun di tengah pandemi covid-19, tapi Katasapa Purbalingga tetap bisa menyajikan kegiatan yang dikemas dengan baik dan memberikan ruang bagi pelajar maupun masyarakat untuk berkreasi melalui teater.

“Meskipun hanya ada 40 orang yang ikut, ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita agar bagaimana teater ini bisa tumbuh dan berkembang di Purbalingga,” kata Setyadi.

Ketua Katasapa Purbalingga, Ryan Rachman mengatakan, workshop dan pentas teater ini diajukan dalam program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertujuan untuk menghidupkan teater di Purbalingga yang masih tertinggal dengan Kabupaten Banyumas.

“Kami ingin mengangkat tema cerita rakyat yang berkembang di Purbalingga dengan menggunakan bahasa penginyongan dan setelah workshop akan ada 10 kali pertemuan untuk persiapan pentas,” kata Ryan

Hari pertama workshop teater ini diikuti 40 peserta yang mendapatkan materi terkait penulisan naskah teater oleh Asa Jatmiko. Kemudian materi keaktoran oleh Apito Lahire, Artistik oleh Turah Hananto dan Penyutradaraan oleh Sosiawan Leak.

 

Comment

Berita Lainnya