by

Kader PPP Purbalingga Dirikan Rumah Ka’bah. Ketua DPC PPP Purbalingga, Nurul Hidayah Supriyati: Semoga Teman-teman yang Sedang Tidak Sejalan akan Terbuka Hatinya untuk Bersama Kembali

-Politik-dibaca 18.95Rb kali | Dibagikan 165 Kali

Ketika ada sedikit riak-riak kecil menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) itu merupakan hal biasa, dan harus bisa disikapi dengan bijaksana. Harapannya, semoga teman-teman yang sedang tidak sejalan akan terbuka hatinya untuk bersama kembali.

Baca Juga: PPP Beri Rekomendasi Oji-Jeni untuk Maju di Pilkada Purbalingga 2020

Baca Juga: Adi Yuwono Instruksikan Anggota Gerindra Purbalingga Dukung Oji-Jeni

Baca Juga: Relawan Ka’bah Dideklarasikan. Siap Dulang Suara untuk Tiwi- Dono di Pilkada Purbalingga

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Purbalingga Nurul Hidayah Supriyati menanggapi sikap politik sejumlah fungsionaris dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Purbalingga yang mendeklarasikan Relawan Ka’bah di Kedai Kopi Bathok, Jumat (21 Agustus 2020). Relawan itu siap memenangkan pasangan calon Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dan Wakil Bupati Sudono (Dono) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga: Hj Nurul Hidayah Supriyati, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PPP Bagikan Ribuan Paket Sembako

“Pihaknya tidak mempersoalkan sikap politik yang berseberangan dari sejumlah kader dan fungsionaris tersebut. Kami disini juga tetap solid bersama kader dan pengurus PPP yang lain. Kami juga  berharap kader yang menolak mendukung rekomendasi bisa kembali bersama kami,” tutur Nurul kepada media siber lintas24.com di rumah pemenangan Oji-Jeni, jalan jambu Karang Purbalingga, Jumat (21 Agustus 2020).

Ia mengungkapkan, ada instruksi dari DPP PPP dan DPW PPP Jawa Tengah melalui Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jateng yang isinya agar semua aparat Partai  untuk melaksanakan keputusan Rekomendasi dan Surat Keputusan DPP PPP berkenaan dengan Pilkada serentak 2020 saat ini dengan sepenuh hati guna mencapai target kemenangan.

“Pelanggaran terhadap Keputusan DPP tersebut akan dikenakan sanksi organisasi,” ungkapnya.

Nurul menyatakan, dirinya tidak bisa menyalahkan kader dan pengurus membentuk relawan yang mendukung pasangan Tiwi-Dono dengan menempelkan logo Ka’bah. Lambang Ka’bah yang digunakan relawan tersebut berbeda dari simbol partai yang menyerahkan rekomendasi di Pilkada 2020 Purbalingga kepada Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) dan Zaini Makarim Supriyanto (Jeni).

“Lambang PPP Ka’bah ada pintunya, ada Hajar Aswat. Kalau relawan Ka’bah, tidak ada pintunya. Itu beda, tidak mengatasnamakan lembaga,” tuturnya

Dia juga tak mempersoalkan terkait pengurus yang datang sebagai peserta acara pengukuhan. Dia hanya mendoakan, pengurus yang ikut menjadi relawan Ka’bah, bisa kembali memamatuhi aturan partai.

“Jadi, saya berharap semunnya bisa kembali lagi ke rumah besar umat Islam, yang jelas-jelas logonya gambarnya Ka’bah yakni PPP dan kembali ke mengamankan serta memenangkan Oji-Jeni sesuai dengan rekomendasi,” tuturnya

Perihal cuti dari kepengurusan partai seperti diungkapkan saat deklarasi, dia menyebut, tidak ada mekanisme tersebut dalam aturan partai.

“Mana ada partai yang memperbolehkan gua (saya, Red) cuti selama pilkada? Kok, enak benar. Semua itu ada aturannya. Jadi, nanti akan diberikan sanksi organisasi,” katanya.

Ia menjelaskan, ada konsekuensi bagi kader tidak mematuhi aturan partai, pertama kita imbau dulu, kemudian dengan teguran secara lisan, teguran tertulis, dan selanjutnya kewenangan di tingkat DPW dan DPP. Selanjutnya, sanksi dari organisasi.

“Untuk saat ini, masih teguran secara lisan,” tuturnya.

Proses rekomendasi Jeni

Untuk rekomendasi Jeni, Nurul mengatakan, secara AD-ART, keputusan partai harus melalui Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) yang harus dihadiri DPW. Sebelum dilaksanakan Rapimcab, harus mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).

“Setelah melalui mekanisme itu, muncul nama Jeni dari tiga calon. Tapi, kami belum menerbitkan rekomendasi,” katanya.

Selanjutnya, pengajuan rekomendasi dilakukan setelah rapimcab. Pihaknya juga memberikan keleluasaan kepada para peserta rapimcab untuk menyampaikan pendapat.

“Seluruh PAC dari 18 kecamatan hadir pada rapat tersebut. Di situ, mereka diberi kesempatan bertanya,” tuturnya.

Nurul mengakui, pada rapat tersebut, memang banyak peserta rapat mempertanyakan keputusan partai. Namun, tidak ada satu pun peserta Rapimcab yang menolak saat partai memutuskan mengajukan Jeni untuk mendapatkan rekomendasi.

“Tidak ada satu pun yang tidak sepakat saat rapat tersebut,” katanya.

Terkait tandatangan penolakan dari 14 PAC terhadap hasil rekomendasi, Nurul mengaku belum melihat. Nurul juga tidak bisa memastikan apakah tanda tangan itu asli atau tidak.

“Abal-abal atau tidak, so what? Karena saya tidak melihat,” kata dia.

Sementara itu, Jeni berharap dapat menggandeng kembali pengurus yang mendirikan relawan Ka’bah.

“Tetap berusaha, mereka juga keluarga dari rumah besar umat Islam yakni PPP. Namun, pemilih bukan hanya mereka (relawan Ka’bah). Masyarakat, jauh lebih banyak. Saya lebih mengalir dan menikmati setiap langkah hingga 9 Desember 2020 besok. Saya lebih memilih menyapa masyarakat,” tegasnya

 

Comment

Berita Lainnya