by

Kader  IPNU- IPPNU SMA Ma’arif NU Karanganyar Harus Mampu Membentengi Diri dari Penyebaran Paham Radikalisme

-Pendidikan, Update-dibaca 3.96Rb kali | Dibagikan 18 Kali

Pengaruh paham radikalisme dengan perilaku iming-iming budaya Timur Tengah yang diklaim sebagai syariat Islam sudah masif disebarkan di media sosial. Untuk menyikapi hal itu, kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus mampu membentengi diri dari penyebaran paham radikalisme.

Pemahaman tersebut ditekankan Sekretaris PAC Ansor Kecamatan Karanganyar, Tefur Hidayat ketika Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMA Ma’arif NU Karanganyar di Aula SMA Maarif Karanganyar, Sabtu (14 November 2020).

“PAC Ansor Kecamatan Karanganyar mendorong agenda LDK tersebut ini hanya untuk memberi bekal kader IPNU dan IPPNU tentang leadership dan keorganisasian, namun juga kemampuan untuk menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Misalnya, mengenai upaya-upaya mengampanyekan islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin yang akhir-akhir ini mulai muncul benturan dengan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ahlussunah wal jama’ah,” katanya.

Ketua IPPNU Komisariat SMA Maarif Karanganyar, Agustina menuturkan, ccara LDK menghadirkan pemateri dari MWCNU Karanganyar hingga PCNU Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 37 siswa yang merupakan pengurus baru IPNU dan IPPNU di SMA Maarif Karanganyar mengikuti agenda yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“LDK ini untuk memepersiapkan calon pengurus baru. Sebagai pembekalan sebelum berkecimpung di organisasi. Kami berharap dengan adanya LDK, para peserta mendapatkan gambaran dan pengetahuan mengenai bagaimana menjalankan organisasi untuk setahun kedepan,” katanya

 

 

Comment

Berita Lainnya