by

Kabupaten Pemalang Siap Masuk Tatanan Normal Baru

-Opini, Update-dibaca 25.59Rb kali | Dibagikan 3,156 Kali

Bupati Pemalang, Dr H Junaedi SH MM mendatangani Peraturan Bupati Pemalang Nomor 28 Tahun 2020 yang kemudian direvisi dengan No 29 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease di Kabupaten Pemalang dan diundangkan pada tanggal 10 Juni 2020.

Peraturan Bupati tersebut bertujuan pertama meningkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan dalam penerapan tatanan normal baru secara terintegrasi dan efektif, kemudian kedua meningkatkan koordinasi, harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan tentang tatanan normal baru antara Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah.

Dalam ketentuan tersebut juga diatur bahwa setiap orang wajib melakukan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau pembersih tangan (hand sanitizer) dan perilaku hidup sehat, menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing) paling sedikit dalam rentang 1 (satu) meter pada saat di luar rumah, menghindari kerumunan saat diluar rumah, melakukan isolasi mandiri baik di rumah atau ruang isolasi sesuai protokol kesehatan bagi orang tanpa gejala, orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan dengan gejala ringan atau pasien terkonfirmasi positif Covi-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, termasuk bersedia melakukan pemeriksaan lanjutan bagi terduga Covid-19.

Kewajiban dan Sanksi

Sedangkan pelaksanaan tatanan normal bagi penanggungjawab kegiatan dan pelaku usaha wajib untuk, pertama menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di berbagai lokasi strategis sesuai jumlah yang dibutuhkan, kedua menyediakan alat pengukur suhu tubuh, membersihkan ruangan lokasi kegiatan atau peralatan secara secara rutin minimal satu kali sehari dengan disinfektan, serta menyediakan media komunikasi, informasi dan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19 di lokasi strategis.

Soal Peraturan Bupati tersebut bahkan disampaikan langsung Bupati Pemalang dan Ketua DPRD, saat menerima audensi ratusan komunitas pekerja seni dan yang terkait di depan pendopo kabupaten. Secara tegas Dr H Junaedi SH MM yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang menyatakan bahwa dalam pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan untuk recovery sudah bisa terwadai dengan tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Sehingga dengan demikian masyarakat termasuk pegiat seni tidak perlu khawatir lagi, karena bisa memasuki masa transisi.

“Akan tetapi apabila para pekerja seni dan lainnya melakukan kegiatan maka harus bisa saling menjaga dengan melaksanakan protokol kesehatan, semisal apabila kapasitas gedung atau ruang hanya menampung 100 orang maka yang boleh masuk hanya 50 orang. Dan nantinya akan ada pengawasan yang akan dilakukan oleh anggota TNI, Polri, Satpol PP dan unsur pengawas lainnya dan tentunya akan ada tindakan bila terjadi pelanggaran,” katanya yang disambut gembira para pekerja seni saat penyaluran pendapat dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Sementara mengutip Peraturan Bupati yang mengatur tentang Tatanan Normal Baru, dijelaskan bahwa pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang harus diterapkan ke berbagai bidang adalah teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan menggunakan rompi, kemudian tindakan pemerintah yang bertujuan menghentikan pelanggaran dan atau pemulihan, penyitaan kartu tanda penduduk dan atau pencabutan izin sesuai dengan kewenangannya. Dimana untuk pemberian sanksi akan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan dapat melibatkan instansi terkait.

Terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, Tutuko Rahardjo, menginformasikan bahwa saat ini Peraturan Bupati yang berisi Pedoman Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease di Kabupaten Pemalang masih dalam masa sosialisasi pada masyarakat. Setelah masa sosialisasi maka akan dilanjutkan dengan penegakan kedisiplinan, sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi di masyarakat.

 

 

Comment

Berita Lainnya