Jumpai Bayi Kembar Kondisi Lemah, Wabup Gendong Bayi ke RSUD

By: On: Dibaca: dibaca 39.05Rbx
Jumpai Bayi Kembar Kondisi Lemah, Wabup Gendong Bayi  ke RSUD

Menjumpai bayi dalam kondisi lemah, sebagai seorang ibu, Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ langsung tergerak hatinya. Wabup Tiwi langsung membawanya ke Rumah Sakit Goeteng Tarunadibrata untuk mendapat perawatan, Rabu (25/1). Bayi itu merupakan anak kembar dari pasangan Masuni dan Rusiati warga  RT 24 RW 14 Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari.

Saat membawa bayi itu, kondisinya sudah mulai membiru. Bayi  kembarannya, sudah terlebih dahulu berada di RSUD. “Ayok bu, bayi ini segera dibawa ke rumah sakit, ini harus cepat-cepat ditangani,” ajak Wabup Tiwi kepada Rusiati

Wabup Tiwi pun langsung membawa bayi perempuan yang diberinama Dina itu ke RSUD.  Bayi laki-laki yang diberi nama Dino sudah berada di RSUD lebih dahulu untuk menjalani perawatan yang sama. Dino sebelumnya sempat menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Panti Nugroho.

Wabup mengatakan, dirinya mendapat laporan dari seorang aktivis organisasi massa jika ada bayi yang kondisinya kritis. Bayi itu merupakan anak kembar, satu laki-laki dan satu perempuan. Bayi itu lahir dengan kondisi BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Bobotnya kisaran 1 kilogram. Dua bayi itu jika ditimbang bersama beratnya kurang dari 2,5 kilogram. “Setelah mendapat informasi itu, saya langsung mendatangi ke rumahnya. Kondisinya memang kurang beruntung. Suami Rusiati bekerja sebagai buruh proyek bangunan di Jakarta, sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga,” ujar Wabup Tiwi.

Wabup Tiwi tak sungkan-sungkan langsung mengajak ibu bayi itu, bersama nenek sang bayi serta anak pertama Rusiati yang berumur 6 tahun. Mereka berangkat satu mobil menggunakan mobil dinas wakil bupati R 2 C.

Direktur RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, Dr Nonot Mulyono, M.Kes yang mendapat laporan soal ada bayi yang dibawa wakil bupati langsung menyiapkan segala sesuatunya. Setibanya di rumah sakit, bayi itu langsung mendapat perawatan dokter. “Bayi itu mengalami BBLR atau bayi dengan kondisi berat lahir rendah. Bayi normal idealnya berat lahirnya minimal 2,5 kilogram. Jika lahir kurang dari berat itu maka termasuk bayi dengan kondisi BBLR.

“Bayi itu kondisinya sehat, hanya perlu perlakuan khusus. ASI sang ibu juga lancar dan tetap disarankan untuk diberikan kepada bayi itu. Kedua bayi kembar itu, Dino dan Dina sudah dirawat bersama. Semoga kondisinya cepatsehat dan membaik,” kata Nonbot Mulyono.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!