Joko Widodo-Ma’ruf Amin Diingatkan NasDem Parpol Pengusung Bukan Hanya PDIP

By: On: Dibaca: dibaca 24.91Rbx
Joko Widodo-Ma’ruf Amin Diingatkan NasDem Parpol Pengusung Bukan Hanya PDIP

Partai NasDem mengingatkan mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, bahwa partai politik yang mengusungnya di Pemilihan Presiden Pilpres 2019 lalu bukan hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Baca Juga : Megawati Minta Jatah Kursi Menteri. Jokowi Pastikan Terbanyak.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Irma Suryani Chaniago merespons pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi saat berpidato di Kongres V PDIP 2019 di Bali, Kamis (8 Agustus 2019).

Baca Juga : Kongres PDI Perjuangan di Bali Rekomendasikan Pemisahan Pileg dan Pilpres

Irma menganggap wajar Megawati minta jatah menteri paling banyak karena PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2019. Namun Jokowi harus memperhatikan proporsionalitas dalam pembagian kursi menteri di kabinet mendatang.

“Yang perlu diperhatikan adalah proporsionalitasnya karena yang mendukung Jokowi-Ma’ruf bukan hanya PDIP, tapi ada banyak partai, baik yang punya kursi di parlemen maupun tidak,” kata Irma kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (9 Agustus 2019).

Baca Juga : Menang 19 Provinsi. Kenapa Prabowo – Sandi Kalah

NasDem Ingatkan Pendukung Jokowi Bukan Hanya PDIPKetum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta jatah menteri terbanyak kepada Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Menurutnya, Jokowi tidak bisa menafikan kader dari partai politik yang tidak lolos ke Senayan pada periode 2019-2024. Pembagian kursi menteri mendatang menurutnya harus dilakukan secara proporsional karena semua sosok yang berada di kubu Jokowi-Ma’ruf telah ‘berkeringat’ dari Pilpres 2019 lalu.

“Pada dasarnya semua bergerak masif dengan keringat untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Oleh karena itu, teman-teman yg enggak punya kursi juga harus dipikirkan,” ucap Irma.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa Nasdem sendiri tidak pernah meminta jatah menteri pada Jokowi. NasDem, klaim Irma, tidak pernah membicarakan soal mahar dan syarat saat mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 lalu.

NasDem, lanjutnya, tidak mau membebani Jokowi dan menerima berapa pun jumlah kursi menteri yang nantinya diberikan.

“Berapa pun yang diberikan Presiden, kami akan terima dan posisi apa pun yang disampaikan akan kami laksanakan,” tutur Irma.

Megawati di sela pidato Kongres V PDIP meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi. Megawati menolak jika Jokowi hanya memberikan jatah menteri sedikit.

“Ini di dalam kongres partai, Bapak Presiden. Saya meminta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan akan masuk ke dalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak. sip,” ujar Megawati sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya, Kamis (8/8).

Pada kesempatan berbeda, Jokowi menjawab permintaan Megawati dengan memastikan kader PDIP akan menduduki jabatan menteri terbanyak.

“Soal menteri, tadi Ibu Mega bilang ya jangan empat doang. Tapi kalau yang lain dua tapi kan PDIP empat. Kalau yang lain tiga, PDIP enam? Belum tentu juga.Tapi yang jelas PDI Perjuangan pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya,” tegas Jokowi.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!