Johari Effendi – Minum Kopi Adalah Pengalaman

By: On: Dibaca: dibaca 72.90Rbx
Johari Effendi – Minum Kopi Adalah Pengalaman

 

 

Di Indonesia, sebagian orang biasa minum kopi di pagi hari, sebelum memulai aktivitas bekerja. Namun, tak sedikit pula orang yang biasa minum kopi di malam hari, untuk melepas penat selepas bekerja seharian.

Pada waktu-waktu ini, kedai kopi akan ramai pengunjung. Orang-orang biasa menikmati kopi sembari bersosialisasi dengan kawan-kawannya atau sekadar bersantai.Budaya minum kopi tak hanya ada di Indonesia.

Negara-negara lain juga memiliki budaya tersebut meski dengan waktu penyajian dan penyebutan yang berbeda.Kenikmatan meminum kopi bukan sekadar kopinya saja tetapi lebih dari itu nilai persahabatan yang akan terus teringat sampai kita tua.

Seperti yang pernah dilakukan Johari Effendi lulusan SMA Negeri 1 Purbalingga tahun 1993 saat melanjutkan belajar di negeri Paman Sam Amerika Serikat sekitar tahun 2000an. Ia selalu mengajak teman-teman bulenya untuk menikmati menikmati secangkir kopi sambil berdiskusi tentang mata kuliah.

“Bagi saya, minum kopi adalah pengalaman. Pengalaman yang emosional,”ungkap Johari.

Sensasi nikmat akan menjadi pengalaman dalam hidup. Atau bisa juga, cita rasa dan aroma kopi-lah yang membuat kita jatuh cinta dan menjadi peminum kopi. Satu hal yang tak kalah penting, mungkin saja kita menjadi peminum kopi karena aktivitas “ngopi” memang telah sengaja dibudayakan oleh kita.

“Artinya, banyak cerita pengalaman bisa dirasakan saya oleh teman-teman bule. Kita membuat racikan kopi sesuai dengan selera kita bahkan bisa dijadikan ajang percobaan menemukan racikan kopi yang nikmat,”ungkap Johari anggota Ikatan Lulusan SMP 2 Purbalingga.

Bagi Johari, minum kopi bersama teman-teman adalah hal yang sangat mengasyikan. Banyak sekali manfaat dari kegiatan bersama teman-teman baik di rumah atau dimanapun kita minum kopi.

Apapun asal daerah biji kopinya, paling penting adalah kebersamaannya itu. Kebersamaan yang tidak bisa dinilai dengan uang karena begitu berharga. Sebuah pertemanan, sebuah persahabatan adalah karunia yang harus disyukuri oleh siapapun yang pernah merasakannya.

“Apalagi minum kopi bersama teman-teman lama saat duduk di SMP, wah ini tambah melambung, seduhan air panas dari kompor kemudian dituangkan ke dalam cangkir adalah hal terindah yang pernah dilakukan. Ingin mengulang lagi,”kenang Johari.

Ada pengalaman yang tak terlupakan saat mengikuti reuni SMP Negeri 2 Purbaligga pada bulan Juli lalu. Johari sengaja meracik dan menghidangkan ratusan cangkir berisikan minuman kopi panas untuk keluarga besar alumni. Tak disangka, apresisasi yang diterima dari para guru dan teman-temannya sangat berkesan dihati.

“Pengalaman yang tak mungkin dilupakan,”ungkap Johari

Johari menyakini, masyarakat Indonesia adalah masayarakat berbudaya. Apa pun yang ada di sekitarnya lambat laun bisa menjadi tradisi ataupun menjadi sebuah bentuk kebudayaan. Minum kopi pun begitu. Kopi sudah menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia. Orang akan mudah akrab jika berbincang sambil meminum kopi. Warung kopi bukan hanya sekadar sebagai tempat penyedia kopi. Di warung-warung kopi, masyarakat Indonesia akan mudah untuk berbincang dan bertukar pikiran.

Kopi juga tidak pernah memandang gender. Ia diminum oleh laki-laki dan perempuan. Meskipun pada zaman dahulu, wanita terkenal dengan keanggunan sehingga ia lebih pantas untuk meminum teh daripada kopi  Seiring berjalannya waktu, pemikiran masyarakat Indonesia berubah. Kopi bukanlah sebagai alat untuk mengukur kelembutan seorang manusia.

“Tua, muda, laki-laki, perempuan, tidak akan tidak pernah meminum kopi. Itulah minum kopi. Minum kopi adalah pengalaman,”tutur Johari (mahendra yudhi krisnha)

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!