by

Jembatan Merah Senilai Rp 28 Miliar di Purbalingga Menjalani Uji Dinamis dan Statis

-Teknologi, Update-dibaca 7.72Rb kali | Dibagikan 39 Kali

Kementerian Pekerjaan Umum melakukan uji dinamis dan statis jembatan sepanjang 130 meter yang menghubungkan Desa Pepedan Kecamatan Karangmoncol dan Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan di Kabupaten Purbalingga, Sabtu-Minggu (17-18 Oktober 2020).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga, Agus Winarno menjelaskan, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) melakukan uji dinamis jembatan di atas aliran Kali Karang.

“KKJT melakukan uji dinamis Jembatan Merah yang dibangun tahun 2017. Masyarakat Purbalingga menyebutnya Jembatan Merah karena struktur kerangkanya didominasi warna merah. Jembatan ini menghabiskan anggaran Rp 28 Miliar,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Uji dinamis dilaksanakan Sabtu (17 Oktober 2020) disusul uji dinamis pada Minggu (18 Oktober 2020). Uji dinamis dilakukan dengan meletakkan balok-balok beton dengan ketebalan 25 centimeter melintang di badan jembatan. Beberapa truk menggilas balok-balok tersebut. Setelah terangkat saat menggilas balok, roda truk yang menghempas badan jalan akan menghasilkan getaran.

“Getaran itu akan terekam oleh alat sejumlah alat sensor yang terpasang di seluruh bagian jembatan dan terhubung dengan komputer,” tutur Agus Winarno

Setelah uji dinamis, KKJTJ juga melakukan uji statis di jembatan yang sama. Tidak kurang dari 24 truk diisi dengan pasir dan batu diparkir di badan Jembatan Merah. Berat masing-masing truk dengan muatannya mencapai 11 hingga 12 ton.

“Kesimpulannya seperti apa nanti, KKJTJ yang berwenang,” ujar Agus.

 

 

Comment

Berita Lainnya