“Jatuhkan” Marquez di Sepang, Rossi Diganjar Start Paling Belakang di Valencia

By: On: Dibaca: 115,685x
“Jatuhkan” Marquez di Sepang, Rossi Diganjar Start Paling Belakang di Valencia

sepang_clash

SEPANG – Balapan gila! Race MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10), benar-benar membuat fans MotoGP geleng-geleng karena tak percaya.

Tidak hanya menyuguhkan pertarungan memperebutkan gelar juara dunia. Lomba sepanjang 20 lap itu juga menjadi ajang duel terpanas dua pembalap terhebat, Valentino Rossi kontra Marc Marquez.

Pole sitter Dani Pedrosa (Repsol Honda) akhirnya keluar sebagai pemenang. Penantang juara dunia Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) finish kedua. Itu membuat Lorenzo mengurangi defisit poin menjadi tujuh angka dari Rossi, yang finish ketiga. Sebuah gap yang sangat tipis menjelang balapan terakhir di Valencia.

Namun, bukan persaingan memperebutkan podium tertinggi yang menjadi tontonan utama lomba itu. Di hadapan lebih dari 88 ribu pasang mata yang memenuhi Sirkuit Sepang, duel liar antara Rossi dengan Marquez menjadi sajian utama.

Sejak start, lomba langsung berjalan panas. Pedrosa, Marquez, dan Rossi melakukan start dengan sempurna dari posisi 1-3. Lorenzo yang start dari urutan keempat malah sempat direpotkan pembalap di belakangnya.

Tetapi, Lorenzo hanya butuh beberapa tikungan untuk menemukan ritme. Setelah itu, dia bisa menyalip Rossi lalu Marquez untuk menduduki peringkat kedua.

Setelah itulah, pertarungan gila Rossi kontra Marquez dimulai. Saling salib dengan manuver yang sangat agresif. Senggolan motor dan potong racing line lawan tak terhindarkan.

Setelah sempat nyaris terjatuh karena kehilangan keseimbangan pada ban depannya di lap kelima, Rossi sempat memberikan gesture pada Marquez untuk bertarung. Marquez, juara dunia termuda yang sudah memecahkan banyak rekor Rossi, pun meladeni.

Puncaknya terjadi pada lap ketujuh. Pada tikungan ke-14, Rossi melambat dan melebarkan racing line-nya untuk menutup laju Marquez.  Saat Marquez dengan agresif hendak menyalip, kaki kiri Rossi tiba-tiba bereaksi. The Doctor membuka kakinya, menendang setir Marquez.

Jurus Rossi itu benar-benar ampuh dan membuat Marquez jatuh.

Meski bisa kembali memacu motornya, Marquez memilih kembali ke garasi. Rossi sendiri akhirnya finish ketiga di belakang Pedrosa dan Lorenzo.

Tindakan Rossi dalam pertarungan versus Marquez itu benar-benar tidak diduga sebelumnya. Demikian halnya dengan race director. Karena itu, mereka butuh waktu lebih lama untuk memutuskan peristiwa yang sebenarnya terlihat sangat jelas dari tayangan video itu.

Setelah memanggil Rossi maupun Marquez, race director Mike Webb mengumumkan bahwa dua pembalap bersalah.

“Pada akhirnya, kami yakin bahwa kedua pihak sama-sama telah melakukan kesalahan. Apa pun yang dikatakan Marquez, kami merasa dia telah berupaya untuk mempengaruhi laju Valentino. Meskipun dia tidak melanggar aturan apa pun,” kata Mike Webb, race director MotoGP.

Ditambahkan, Valentino bereaksi terhadap apa yang dia anggap sebagai aksi provokasi dari Marquez. “Patut disayangkan, reaksinya adalah sebuah manuver yang melanggar aturan. Tidaklah bertanggung jawab untuk mengakibatkan kecelakaan. Kami percaya sentuhan itu disengaja. Dia bilang dia tidak ingin mengakibatkan kecelakaan, tapi dia mengaku berusaha untuk membuat (Marquez) melebar,” jelas Webb terkait manuver ngawur Rossi.

Namun beruntung bagi Rossi, dia tidak dihukum pengurangan poin. Dia hanya kena penalty point system sebanyak tiga poin.

Karena di MotoGP San Marino sudah mendapatkan satu poin hukuman, maka akumulasi penalti Rossi menjadi empat.

Artinya, dia akan start di MotoGP Valencia dari posisi paling buncit!

“Valentino mengeluarkan kakinya lalu menendang tanganku dan tuas rem depanku. Motorku locked dan aku terjatuh,” kata Marquez.

“Aku tidak pernah melihat yang seperti itu, seorang pembalap menendang pembalap lain,” imbuhnya.

Sebaliknya, Rossi tidak mau terima disebut tidak sportif. “Kalau dilihat dari rekaman helicopter, jelas terlihat aku tidak punya niat untuk menjatuhkan dia (Marquez),” kata Rossi.

“Saat kami bersenggolan, setirnya menarik kakiku. Aku tidak menendangnya. Kalau pun Anda menendang motor MotoGP, itu tidak akan membuat jatuh,” imbuh juara dunia sembilan kali itu.

Yah, semua berhak membela diri. Namun tidak akan ada gunanya. Keputusan sudah digedok.

Yang jelas, hasil dan keputusan yang diambil race director akan membuat lomba terakhir di Valencia, dua pekan mendatang, semakin menarik untuk ditunggu.

 

Rossi, Marquez, dan Lorenzo Terlibat Pertengkaran

Menjelang musim MotoGP berakhir, persaingan bukan hanya ada di lintasan. Namun sudah menyentuh sisi emosional para pembalap di luar lapangan.

Akhir pekan yang panas dan sedikit asap di Sepang, Malaysia, kian tambah panas saat rangkaian seri ke-17 MotoGP tersebut dimulai, Jumat (23/10) lalu.

Sebelum memulai free practice, rider sekelas Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo diselimuti pertengkaran. Entah siapa yang memulai, bahkan mungkin tersulut dari media sosial.

Namun, yang jelas, perseteruan ini sudah dibawa dari Phillip Island, Australia, tempat seri ke-16 digeber. Di Negeri Kanguru itu, Rossi terang-terangan mengeluh dengan gaya Marquez.

Pembalap yang tak bisa dibantah merupakan sosok yang sudah matang dan lebih sabar dari tahun ke tahun itu, menilai Marquez berusaha membantu Lorenzo juara.

Rossi tak asal bunyi. The Doctor membawa catatan lap time Marquez yang membuktikan bahwa Bayi Alien itu sejatinya bisa lebih cepat ketimbang sibuk memperlambat gerak Rossi. Namun, Marquez membantah.

Di Negeri Jiran Malaysia, Rossi bahkan disebut-sebut sudah memohon kepada Marquez untuk mengurus urusannya sendiri, dan tidak terlibat dalam persaingan ketat dia dengan Lorenzo.

Namun apa yang terjadi? Dua rider yang sesungguhnya sama-sama berkarakter agresif itu benar-benar terlibat pertarungan head to head di Sepang.

Sejak lap 4 hingga ketujuh, Rossi dan Marquez langsung merebut perhatian dunia. Sementara Dani Pedrosa aman di depan. Jorge Lorenzo pun melesat mendekati Pedrosa setelah lepas dari Rossi dan Marquez.

Dalam tayangan live, tampak jelas Rossi vs Marquez benar-benar seru.

Saat Rossi menyalip, Marquez membalas. Namun tampak jelas juga, berkali-kali Rossi seperti memberi sinyal agar Marquez silakan saja melesat atau tinggal.

“Di setiap pengereman dia menyalip saya, memperlambat banyak sudut. Saya lihat dia tidak berusaha membuka throttle pada trek lurus,” kata Rossi di laman Crash, setelah hukuman race director turun, mengebiri dia agar start paling belakang di MotoGP Valencia mendatang.

Puncaknya terjadi di lap ketujuh (dari 20 lap balapan). Marquez jatuh karena bersenggolan dengan Rossi, saat posisi Marquez di sebelah luar.

“Saya tidak ingin membuat Marquez celaka dan saya tidak menendang dia. Jika Anda melihat gambar, seperti yang saya lakukan di race direction, frame by frame harus dilihat dari helikopter. Saya ingin pergi ke dia, memperlambat dan membuatnya kehilangan waktu. Karena itu adalah satu-satunya hal yang dapat saya lakukan melawan cara-cara dia. Ketika saya melambat, memotong garisnya, kami bersentuhan. Dia menyentuh saya dengan setang di kaki kiri saya dan itu alasan bahwa dia jatuh,” kata Rossi.

Rossi mengaku kecewa dengan tiga poin penalti yang berarti start paling belakang di MotoGP seri terakhir. “Jika saya ingin menendangnya, saya bisa menendangnya 20-30 meter sebelum kami sudah begitu dekat. Dia hanya menyentuh kaki saya dengan setang dan dia jatuh. Jadi saya sangat kecewa untuk tiga poin penalti,” tandas Rossi.

Ditanya tentang mengapa dia sering memandang ke Marquez seakan-akan mengatakan sesuatu, Rossi menjawab, “Saya melihat Marquez lima atau enam kali. Saya melihat dia dan mengatakan, ‘Apa yang Anda lakukan? Mengapa Anda melakukan ini?’” jelas Rossi.

 

Teori Konspirasi

Teori konspirasi akhirnya menyeruak di antara insiden Marc Marquez dan Valentino Rossi di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10).

Banyak yang menyebut, tindakan Rossi “menendang” Marquez karena dia tidak terima dengan aksi tidak profesional pembalap Spanyol tersebut.

Rossi menuding Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo untuk menjadi juara dunia MotoGP. Pasalnya, Marquez tak lagi punya kesempatan untuk meraihnya. Marquez pun berperan sebagai penghambat Rossi selama Lorenzo berusaha mencapai posisi terdepan.

Apalagi Lorenzo dan Marquez sama-sama berasal dari Spanyol, sedangkan Rossi adalah warganegara Italia.

Dugaan itu semakin menguat setelah sejumlah data elektronik menunjukkan bahwa Marquez melambat di sejumlah lap. Padahal, dia sudah mampu melewati Jorge Lorenzo. Meski sudah melewatinya, Marquez seolah berusaha mengacau para pembalap di belakangnya. Di Australia, Marquez juga jelas melambat di FP3 (latihan ketiga).

Namun, Rossi tak mau membuat teori “konspirasi” semakin panas. Dia memilih untuk bersabar.

“Saya tak lagi bisa mengingat (FP3) itu dengan detil. Tapi saya setuju dengan Marc. Tidak ada yang aneh. Di FP3 dia lebih pelan karena tak ingin di depan. Itu normal. Bisa terjadi kapan saja,” katanya seperti dikutip Crash. (estanto/dari berbagai sumber)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!