by

Jatuh Cinta Bersepeda. Ini Kelengkapan yang Harus Ada pada Sepeda Anda

-sport, Update-dibaca 5.46Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Anda sedang jatuh cinta bersepeda. Ya, bersepeda menjadi satu kegiatan yang digandrungi di tengah pandemi virus corona. Kini, Anda tak boleh asal mengayuh, pengendara sepeda kini harus menaati sejumlah aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) demi keselamatan.

Aturan tersebut yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Peraturan yang diteken Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada 14 Agustus 2020 dan akan diundangkan 25 Agustus 2020

Mengutip salinan Permenhub tersebut, pada Bab II Pasal 2 disebutkan sepeda yang beroperasi di jalan harus memenuhi persyaratan keselamatan Persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud meliputi:

  1. Spakbor
  2. Bel
  3. Sistem rem
  4. Lampu
  5. Alat pemantul cahaya berwarna merah
  6. Alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, dan
  7. Pedal Selain kelengkapan alat penunjang keselamatan yang wajib dilengkapi, sepeda yang dioperasikan di jalan juga harus berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketentuan kelengkapan tersebut kemudian dijabarkan dalam Pasal 3, berikut rinciannya:

  1. Spakbor yang dimaksud adalah mampu mengurangi percikan air ke arah belakang dan memmiliki lebar paling sedikit sama dengan telapak ban.
  2. Bel berfungsi menghasilkan bunyi, baik bersumber dari listrik maupun getaran.
  3. Sistem rem merupakan rangkaian untuk memperlambat dan menghentikan laju sepeda. Rem paling sedikit dipasang pada roda penggerak sepeda sesuai besarnya beban. Lampu yang dimaksud adalah alat memancarkan cahaya yang dipasang secara permanen maupun sementara di bagian belakang dan depan sepeda.
  4. Alat pemantul cahaya berwarna merah dipasang di antara rak bagasi dan spakbor pada ketinggian 35 cm sampai 90 cm di atas permukaan jalan atau di bawah sadel. Alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning dipasang di jari-jari sepeda pada kedua sisi roda.
  5. Pedal digunakan sebagai alat kayuh untuk menggerakan laju sepeda. Pedal harus dilengkapi alat pemantul cahaya berwarna merah atau kuning pada bagian atas dan bawah permukaannya.

Sementara itu, pada Pasal 4, dijelaskan lebih lanjut terkait penggunaan spakbor dikecualikan untuk sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya dipasang pada malam hari dan kondisi tertentu, yakni ketika jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, atau berkabut.

Ketentuan untuk pesepeda diatur dalam Pasal 6, yaitu:

  1. Pada kondisi malam hari, pesepeda menyalakan lampu dan menggunakan pakaian dan/atau atribut yang dapat memantulkan cahaya
  2. Menggunakan alas kaki
  3. Mengikuti ketentuan perintah dan larangan khusus sepeda
  4. Menggunakan sepeda secara tertub dengan memerhatikan keselamatan pengguna jalan lain Memberikan prioritas pada pejalan kaki
  5. Menjaga jarak aman dari pengguna jalan lain, dan
  6. Membawa sepeda dengan penuh konsentrasi
  7. Selain itu, pesepeda juga dapat menggunakan alat pelindung diri berupa helm.

Larangan untuk pesepeda

Dalam Pasal 8, disebutkan pula sejumlah larangan yang tidak boleh dilanggar oleh pesepeda, yaitu:

  1. Dengan sengaja membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan
  2. Mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda
  3. Menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik saat berkendara
  4. Menggunakan payung saat berkendara
  5. Berdampingan dengan kendaraan lain
  6. Berkendara dengan berjajar lebih dari 2 sepeda

 

Comment

Berita Lainnya