Jari Kecil Fauzan Hasilkan Keranjang Anyaman Bambu

By: On: Dibaca: dibaca 104.70Rbx
Jari Kecil Fauzan Hasilkan Keranjang Anyaman Bambu

 

Juara 1 FLS2N untuk  Cabang Lomba Seni Kriya Anyam

UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Karanganyar

 

Kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang ada di Indonesia. Iklim tropis Indonesia sangat mendukung perkembangan tanaman bambu yang. Sehingga ketersedian bahan baku untuk membuat anyaman dari bambu sangat melimpah.

Dengan anyaman bambu yang disulap menjadi kerajinan tangan ini mengantarkan

Fauzan Maulana murid kelas 5 SD Negeri 2 Ponjen Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga, menduduki peringkat 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) untuk  Cabang Lomba Seni Kriya Anyam tingkat UPTD  Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan. Karanganyar. Sabtu (25 Februari 2017) di SD Negeri 1 Karanganyar.

 

Jari kecil nan cekatan milik Fauzan, seakan memiliki mata tiada henti mengeluarkan dan memasukan lembar-lembar bambu ini membentuk sebuah keranjang wadah aneka keperluan dengan rapih sekali dan dalam waktu yang cepat. Sebuah pekerjaan yang belum tentu dilakukan semua orang. Seni kerajinan tangan anyaman merupakan suatu karya yang unik dan rumit dalam proses pembuatannya.

Fauzan mengaku tak ada hal yang sulit untuk membuat keranjang dari anyaman bamboo, Langkah pertama yang harus dilakukan hanya meyiapkan terlebih dahulu bahan utamanya yaitu bambu.

“Pilihlah bambu yang sedang-sedang saja dan sudah kuat, jangan menggunakan bambu yang terlalu tua. Karena akan sulit untuk dibentuk. Sedangkan jika menggunakan bambu yang muda juga tidak baik karena seratnya yang masih tajam,”ungkap Fauzan.

Selanjutnya ketika memilih bambu, perhatikan ruas bambu. Pilihlah bambu yang mempunyai ruas yang saling sejajar. Setelah bahan sudah siap, maka siapkanlah alat-alat yang akan digunakan seperti gergaji, pisau, paku ukuran kecil, dan juga parang.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah membelah bambu. Pangkas dengan rapi menggunakan parang atau bisa juga dengan menggunakan gergaji.

Setelah bambu terpotong rapih, keringkan bambu dibawah sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam bambu. Jemur selama beberapa hari sampai bambu benar-benar kering.

Setelah bambu kering, belah bambu menjadi 2 bagian. Belahlah bambu secara vertikal sehingga kamu bisa mendapatkan lekukan bambu yang konkaf.Raut potongan bambu dengan menggunakan pisau.

“Mulailah bambu dianyam. Siapkan 2 helai potongan bambu, satu bambu menghadap ke dalaman bambu dan yang satunya lagi menghadap ke kulit,”ungkap Fauzan.

Buatlah sebuah sudut anyaman dengan cara menyilangkan kembali anyaman  sebaliknya. Kemudian lipat irisan bambu agar sejajar dengan bagian sumbu bagian tengah. Anyam terus hingga membentuk wadah, kemudian diberi bingkai dari bambu belah agak kecil melingkar dengan diikat tali plastik yang tak mudah putus.

“Sudah selesai, mudahkan,”ungkap Fauzan.

Pembinaan

Kepala SD Negeri 2 Ponjen, Ciptaningsih Irianti, S.Pd menuturkan, Desa Ponjen khususnya Dusun Serang  dikenal sebagai penghasil keranjang wadah sayuran dan buah-buahan. Kebanyakan anak-anak  membantu orangtuanya membuat kerajinan dari bambu sehingga dari pihak sekolah tinggal memoles

“Kita libatkan semua sumber daya manusia di SD Negeri 2 Ponjen untuk membimbing. Dibimbing Pak Yatirun dan Pak Harsono petugas penjaga sekolah karena sudah terbiasa membuatnya,”tutur Ciptaningsih Irianti, S.Pd.

Ciptaningsih Irianti menambahkan, pembinaan dari pihak sekolah terus dilakukan untuk dapat membekali ketrampilan para murid agar nantinya bisa berguna dalam kehidupannya. Namun yang terpenting agar para murid mengenal dan bisa membuat anyaman dari bamboo

Siapakah yang bisa membuat kerajinan tradisional ini tetap ada? Tentu kita sendiri sebagai bangsa Indonesia. Kalau belum bisa membuatnya, salah satu caranya belilah kerajianan anyaman.

“Ini sebagai bentuk apresiasi kita terhadap karya seni warisan kekayaan bangsa di tengah serbuan benda-benda plastik yang harganya lebih murah. Kerajinan anyaman harus mampu bertahan dan memiliki pembeli setia,”ungkapnya.

SD Negeri 2 Ponjen selalu mampu berbicara sebagai juara kriya anyam dengan menempati juara 2 di  2008, tahun 2009 dan 2010 juara 1, 2011 dan 2012 juara 3, tahun 2013 juara 2, tahun 2014 juara 1, tahun 2015 juara 2 serta tahun 2016 dan 2017 juara 1.

Untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2017, murid SD Negeri 2 Ponjen mampu mencatatkan prestasi sebagai juara 1 lari sprint 60 m, juara 1 formula kids atletik, juara 2 lari gawang,  juara 2 bulutangkis putri, juara 2 sepak takrauw putri, juara 3 lari gawang putri, juara 3 lari gawang putri dan juara 3 tolak peluru putri .(kiriman dari Sigit Nur Hidayanto_Guru Penjasorkes SD Negeri 2 Ponjen)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!