Jajan “Milung”, Belasan Siswa SD 1 Karangaren Kutasari Keracunan

By: On: Dibaca: dibaca 157.20Rbx
Jajan “Milung”, Belasan Siswa SD 1 Karangaren Kutasari Keracunan

 

Jajanan Mie Gulung (Milung)  menyebabkan sedikitnya 12 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN)  1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga mengalami mual, muntah, dan pusing. Mereka diduga keracunan makanan usai menyantap jajanan “Milung” saat jam istirahat sekolah, Rabu (11 Oktober 2017).

Keterangan yang berhasil dihimpun lintas24.com, menyebutkan Milung atau lebih dikenal sate yang terbuat dari telur gulung merupakan jajanan murah yang berbahan telur dan mie kuning, digulung dengan tusuk sate kemudian di goreng serta dicelupkan kedalam saos. Jajanan itu biasa dijajakan oleh pedagang kecil dengan gerobak sepeda di depan pagar sekolah-sekolah.

“Sudah sering beli milung, di depan sekolah belinya,” kata Untung Rizki Subekti siswa kelas 6 SDN 1 Karangaren yang mengalami gejala keracunan makanan.

Setelah berselang satu jam, sekitar pukul 10.15 WIB, tiga siswa mulai merasakan mual dan pusing. Guru yang mengampu kelas pada saat itu, membawa siswa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tidak bisa menahan mual, tiga siswa tersebut muntah di lorong sekolah. Disusul kemudian beberapa siswa juga merasakan kondisi serupa.

“Ada jarak waktu sehingga kami juga tak tahu persisnya, pada saat jam pelajaran awal ada 3 anak. Mungkin dosis makannya berbeda, ada yang dua, ada yang makan 1, dan ada yang nyicipi,” ujar Kepala Sekolah SDN 1 Karangaren, Asih Sugiarti SPd SD.

Praktis pada saat itu, kegiatan sekolah terhenti karena 12 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 mengalami gejala keracunan makanan. Setelah sekolah melakukan pendataan, total siswa yang makan milung ada 63 siswa. “Ada banyak yang jajan, tapi yang keracunan 12 anak,” Kata Asih.

Kepala Puskesmas Kutasari, Dhiah Faridha Arianty SKM MKes mengatakan berdasarkan dugaan sementara, gejala keracunan berasal dari milung. Ketika diwawancarai, ada satu anak yang belum makan apa pun sejak pagi, hanya membeli milung kemudian mengalami muntah-muntah.

“Itu prediksi kami , tapi kami belum berani memastikan karena untuk kepastiannya kami tunggu hasil laboratorium cek sampel,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kutasari AKP Bambang Sidik S, SH mengatakan saat ini masih mendalami kasus tersebut. Saat dia dan anggotanya mendatangi TKP, penjual milung itu sudah tidak ada di sekitar sekolah.

“Karena memang biasanya, setelah anak-anak kembali ke kelas para penjual jajanan keliling pergi dari sekolah. Jadi bukan berarti kabur,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada pihak sekolah SDN 1 Karangaren untuk lebih mengawasi makanan yang dijajakan di sekitar sekolah. Kemudian, jika penjual milung itu kembali sekolah, ia meminta agar sekolah mengamankan penjual itu dan menghubungi Polsek Kutasari.(yoga tri cahyono)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!