by

Isu Teror Pocong Gentayangan Mencuat di Rakor Forkompimda Purbalingga

-Daerah, Update-dibaca 1.60Rb kali | Dibagikan 67 Kali

Isu teror pocong gentayangan yang merasahkan masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga menjadi buah bibir. Persoalan itu mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).

“Polisi sudah melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa isu pocong tersebut merupakan berita bohong dan hoaks. Isu pocong sangat meresahkan dan terjadi di lima kecamatan,” kata Kapolres Purbalingga AKBP Syafi M Maulla dalam Rakor tersebut.

Isu tentang pocong yang juga dikabarkan terkait dengan tindak pidana pencurian juga merupakan berita bohong. Saat ini polisi sedang menangani kasus tersebut. Polisi masih terus melakukan pengusutan terhadap siapa yang menyebarkan berita bohong itu.

Isu pocong genyatangan sebelumnya juga terjadi di Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari dan Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet. Meskipun belum jelas kebenaran adanya pocong tersebut, namun sangat meresahkan masyarakat.

“Sebenarnya tidak ada apa-apa. Saat kami cek lokasi menanyakan kepada warga namun tidak ada yang bersaksi,” kata perangkat Desa Gandasuli, Tugianto.

Diceritakan, malam sebelumnya  memang ada kehebohan di warga. Saat ditanya informasinya simpang siur. Tapi warga mengatakan ada orang mencurigakan yang mau mencuri, karena lagi rame isu pocong jadi dikait-kaitkan.

“Warga tidak ada yang berani bersaksi kalau melihat pocong. Karena lagi rame isu tersebut jadi di kait-kaitkan,” tegasnya.

Kades Karangturi, Pramono menyampaikan,  menurut keterengan warga ada yang melihat pocong diwilayah kadus 1. Namun, saat dikejar ke berbagai penjuru ada yang ke kuburan, sungai tapi kenyataannya tidak ada dan belum terbukti. “Kejadian ini sempat heboh dalam minggu ini. Ini benar-benar sangat meresahkan. Tapi sampai saat ini belum terbukti,” ungkapnya.

Kami selaku Kepala Desa menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Karangturi jangan mudah termakan kabar yang tidak jelas (isu) dan tetap waspada.

“Kita waspada boleh tapi jangan berlebihan. Jangan sampai kita termakan isu,” imbuhnya.

 

 

 

Comment

Berita Lainnya