ISJ Regional Jateng Bagikan Ilmu Jurnalistik Di Logarawa III UIN Walisongo Semarang

By: On: Dibaca: dibaca 27.23Rbx
ISJ Regional Jateng Bagikan Ilmu Jurnalistik Di Logarawa III UIN Walisongo Semarang

 

Scout Journalism merupakan kegiatan yang dilakukan oleh anggota Pramuka yang bukan berstatus sebagai jurnalis profesional. Namun, melakukan kegiatan jurnalistik dengan menggali dan menyampaikan informasi berita tentang kepramukaan menggunakan gayanya sendiri.

Hal itu diungkapkan, Kak Ahmad Sidiq, Koordinator Indonesia Scout Journalist (ISJ) Regional Jawa Tengah dalam acara Lomba Penegak Racana Walisongo (Logarawa) III Racana Walisongo, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (10 Juli 2019).

“Konten karya Scout Journalist berupa liputan berita, foto jurnalistik, dan video. Semua hasinya dipublikasikan melalui media sosial karena jangkauan publik yang lebih luas,” tutur pemegang ID member ISJ#1177 dihadapan 320 peserta dari 18 Pangkalan se-Propinsi Jawa Tengah, di Kampus 3 setempat.

Ia menjelaskan, secara teknis, menulis berita itu melaporkan peristiwa dengan menyusun unsur atau elemen berita yang terangkum dalam istilah 5W+1H. Yakni unsur berita itu adalah Who – Siapa menjadi subjek; What – Peristiwa Apa? Menyelenggarakan apa?;  Where – Tempat. Di mana diadakannya? Di mana terjadinya? Di mana lokasinya?; When – Waktu. Kapan? Hari apa tanggal berapa? Berapa lama?.

Kemudian, Why – Tujuan, latar belakang peristiwa. Kenapa? Untuk apa? Apa tujuannya? Mengapa terjadi? Kenapa diadakan?;  How – Detail peristiwa. Bagaimana ceritanya? Bagaimana kejadiannya? Prosesnya? Ada apa saja?

“Keenam unsur berita tersebut lalu disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang dikenal dengan istilah piramida terbalik (inverted pyramid), yakni mengedepankan unsur terpenting dalam peristiwa. Ringkasnya, dalam menulis berita atau menyusun laporan peristiwa, penulis berita harus mengedepankan unsur terpenting dari 5W+1H di atas: pelaku, peristiwa, tempat, waktu, dan tujuan ,”ungkapnya

Selain itu imbuh Kak Sidiq, Scout Journalist diharapkan mampu menyertakan foto sebagai pendukung berita. Posisi pengambilan obyek foto sangat penting untuk sebuah berita.

“Untuk mendapatkan foto yang baik, carilah tempat dan sudut pengambalian foto yang strategis. Tentukan obyek foto dari kegiatan itu dan atau figur orang. Ambil foto 3 sampai 5 bidikan dengan posisi long shot, medium shot dan bisa juga close up,”ungkapnya.

Logarawa III diikuti sebanyak 320 orang dari 18 Pangkalan se-Propinsi Jawa Tengah dan melombakan diantaranya, Lomba Cerdas Cermat Pramuka, Lomba Pioneering, Lomba Kaligrafi, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris, Lomba Ansamble Musik, dan Lomba Storytelling.  (mahendra yudhi krisnha_ISJ#1151)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!