Irfan Nur Prassito Adhi Pelukis Wajah dari Bancar – Melukis Wajah Sepenuh Hati

By: On: Dibaca: dibaca 83.65Rbx
Irfan Nur Prassito Adhi Pelukis Wajah dari Bancar – Melukis Wajah Sepenuh Hati

Mengenakan kaus katun dan bercelana pendek warna hitam, Irfan Nur Prassito Adhi, murid kelas XII program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, SMK Negeri 1 Bukateja Purbalingga, terlihat serius menggoreskan pensil di tangannya.

Siang itu laki-laki lajang kelahiran Purbalingga 6 Oktober 1999 sibuk merampungkan lukisan wajah pesanan seseorang. Mendengar kata lukisan wajah sudah pasti kita akan membayangkan sebuah lukisan dengan objek sebuah foto wajah yang menghasilkan lukisan dengan tampilan mirip dengan foto hasil cetakan.

Lukis wajah merupakan sebuah karya seni yang dapat diraba dan di rasakan keindahan oleh para penikmatnya. Lukisan sendiri sangat erat dengan namanya gambar. Banyak sekali teknik yang dapat kita lakukan untuk bisa mendapatkan karya seni indah serta ternilai mahal.

Lukisan wajah harus terus bersaing seiring perkembangan teknologi dibidang grafis, sekarang tehnik melukis foto ini pun sedikit demi sedikit mulai berkurang peminatnya.

Pria yang pernah bersekolah di SMP Negeri 2 Kemangkon ini mengaku , belajar seni melukis dan sketsa tidak mendalaminya melalui pendidikan formal seni, tetapi melalui pengalaman secara otodidak. Ia  menguasai Mural,  grafiti, letring art, doodle art, typografi dan zentangle art.

“Saya memang sudah sangat suka menggambar. Saya rutin buat seni-seni gambar. Saya lakukan terus. Saya asah sampai benar-benar puas,” katanya kepada tabloid elemen dan lintas24.com.

Irfan lebih menyukai menggarap karikatur ketimbang lukisan normal atau wajah asli,  karena lukisan karikatur memiliki kebebasan, yang penting mirip dengan muka orangnya tetapi kalau lukisan normal pipi miring sebelah saja ketahuan

Saat ditanya tentang suka-duka menjadi pelukis wajah , Irfan mengaku jarang , bahkan hampir tidak pernah merasakan duka di bidang yang ia geluti ini, sebab dia merasa bahwa melukis memang keahlian , kesukaan serta bisa menjadi mencari rejeki yang halal.

Bila ada kisah kurang enak , paling – paling itu hanya maalah jadwal waktu penyelesaian, tapi sebagian besar pelanggannya mengaku mengaku puas dengan hasil lukisannya.

“Soal waktu antri penggarapan, kan saya harus sekolah dulu.Sebenarnya untuk melukis hanya butuh 4 jam, tapi kalau pas numpuk banyak pesanan. Harus sabar antri dong,”ungkap anak pasangan Supriyadi dan (alm) Hadiningsih.

Irfan yang ditinggal ibunya sejak ia duduk dibangku kelas 2 SMP mengaku, akan tetap menjaga komitmen dengan pelanggan, salah satunya mempersilahkan menghubungi melalui ponselnya, bila ada pelanggan yang ingin lukisannya segera diselesaikan, sebab bila tidak tentu pelanggan yang bersangkutan harus mau bersabar antri menunggu selesai menggarap lukisan milik pelanggan lain yang lebih dahulu memesan.

Lukisan wajah hasil tangannya,  kini telah membawa dirinya masuk ke ranah seni profesional, menjadikan keahlian seni gambarnya sebagai ladang mata pencaharian. Anugerah diberikan Tuhan mengantarkan rezeki. Prinsipnya rezeki itu sudah diatur Tuhan.

“Manusia harus giat berusaha dan bekerja, otomatis rezeki akan diberi Tuhan,”ungkap warga RT 01 RW 04 Kelurahan Bancar Kecamatan Purbalingga.

Irfan mengungkapkan, lukisan wajah sangat cocok untuk hadiah special seperti ulang tahun, pelengkap mahar, hiasan wedding, kejutan istimewa untuk orang tercinta, ucapan selamat atas suatu keberhasilan seperti wisuda, ulang tahun pernikahan, hari jadi, prestasi perusahaan

“Atau sekedar dinikmati sebagai hiasan dinding kamar yang mengisi kekosongan wall space,”ungkapnya.

Penasaran dengan hasil garapan tangan dan ingin memiliki lukisan wajah Anda sendiri. Segerlah hubungi irfan di nomer telephon 082242781146 dan Pin BB 29824D63 atau bisa mengunjungi rumahnya RT 01 RW 04 Kelurahan Bancar Kecamatan Purbalingga, setiap hari selepas jam sekolah.

Anda tidak usah repot, cukup merogoh saku Rp.80ribu dan memberikan foto yang sudah dicetak dikertas atau mengirimkan foto melalui BB, dan bisa ditunggu 3-4 jam, Anda sudah dapat dipastikan membawa pulang lukisan dalam bingkai ukuran kertas A3.(mahendra yudhi krisnha)

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!