Investasi UNBK Mahal

By: On: Dibaca: dibaca 66.07Rbx
Investasi UNBK Mahal

02

 

Investasi penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri sangat mahal. Pasalnya, sekolah harus menyediakan infrastruktur diantaranya empat server utama dan 1 server cadangan untuk penyimpan data. Harga rata-rata server di atas 10 juta.

“Penyediaan infrastruktur UNBK bisa mencapai lebih dari Rp 300 Juta,” Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga Heru Prayitno,S.Pd.,M.Si kepada tabloid elemen, Rabu (8 Maret 2017).

Heru mencontohkan, di SMP Negeri 2 Purbalingga jumlah peserta UNBK 280 siswa, jika dalam satu hari dibagi menjadi tiga sessi ujian maka setiap sessi diikuti oleh 94 siswa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengharuskan tambahan cadangan komputer 10%, maka komputer yang harus disediakan oleh SMP 2 Purbalingga dalam satu  sessi ujian minimal 94 + 9 = 103 komputer.

“Kondisi ini sungguh sangat berat  apabila harus mengadakan komputer sejumlah itu. Karena harga komputer setiap hari berubah dan dana BOS tidak boleh digunakan untuk membeli komputer dalam jumlah besar,”ungkapnya.

Untuk mensiasati hal itu lanjut Heru, kami bekerja cerdas dengan dukungan komitmen tenaga SDM yang memiliki kompetensi, maka computer lama kembali di-upgrade serta diperbaiki sehingga akhirnya tersedia komputer sebanyak 35 buah yang siap dipacu untuk mengakses internet. Ditambah 40 (empat puluh ) laptop sekolah serta pinjam guru dan siswa

“Dengan sudah terpenuhi ketersediaan 103 komputer, maka kami siap untuk melaksanakan UNBK,”ungkapnya.

Heru menyakini, investasi UNBK yang dilaksanakan, tidaklah sia-sia, karena nantinya dapat digunakan juga untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis online dan mewujudkan School Digital.

“Mahal sih mahal, namun menurut saya investasi tersebut tidak akan sia-sia termasuk jika kebijakan UNBK kedepan berubah. Dapat mendukung terciptanya e-learning bahkan school digital sangat prospektif,“ kata Heru

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!