Inspektorat Kabupaten Hanya Memiliki 24 Auditor, Jauh Dari Jumlah Ideal.

By: On: Dibaca: dibaca 6.02Rbx
Inspektorat Kabupaten Hanya Memiliki 24 Auditor, Jauh Dari Jumlah Ideal.

Inspektorat Kabupaten saat ini hanya memiliki 24 auditor untuk menangani sebanyak 824 obyek pemeriksaan (obprik). Padahal, idealnya harus memiliki sebanyak 70 orang auditor

Inspektur Purbalingga, Widiyanto mengatakan, selama ini para auditor dalam melakukan tugasnya harus turun langsung melakukan obprik yang lokasinya tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Purbalingga.

“Seringkali kami, dalam pelaksanaan tugasnya, terkendala terbatasnya jumlah kendaraan operasional yang dimiliki, sehingga seringkali harus pinjam kendaraan ke Bagian Umum Setda Purbalingga,” ungkap Widiyanto usai apel pagi bagi ASN di lingkungan Inspektorat Purbalingga, Selasa (20 Agustus 2019) yang dihadiri Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) sebagai pimpinan Apel.

Dalam apel pagi, Bupati Tiwi mememberikan amanat, Inspektorat harus bisa menjadi contoh dan panutan. Inspektorat juga salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi contoh kedisiplinan terutama dalam disiplin jam kerja, salah satunya berupa apel pagi. Inspektorat ini merupakan salah satu pelaksana pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah. Semua personil jajaran Inspektorat Purbalingga harus bisa menjadi contoh bagi OPD lain.

“Jadi sebelum kita mengawasi dan memeriksa OPD-OPD yang lain kita harus berkaca kepada diri kita sendiri. Apakah kita sudah disiplin apa belum, apakah kita sudah melaksanakan aturan-aturan dengan baik apa tidak,” tutur Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi berharap Inspektorat tidak hanya berperan sebagai “watch dog” atau menakut-nakuti, akan tetapi justru menjadi mitra kerja bagi semua OPD yang bisa memberikan masukan-masukan yang membangun, rekomendasi-rekomendasi yang membangun sesuai aturan-aturan yang ada. kehadiran inspektorat justru diharapkan membantu OPD agar OPD dapat pencerahan dan solusi dari inspektorat. Kabupaten Purbalingga memiliki visi dan misi. Salah satu misi yang pertama adalah penyelenggaraan pemerintah yang profesional, ekfektif, bersih dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Terlebih setelah adanya kasus “badai tsunami” OTT di Purbalingga, menjadi pembelajaran yang sangat berharga, agar bagaimana tata kelola pemerintahan benar-benar “clear” dan profesional.” Tegas Bupati Tiwi.

Usai Apel bersama ASN Inspektorat, Bupati Tiwi memberikan satu unit kendaraan operasional untuk menunjang tugas-tugas inspektorat

 

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!