Inilah Disain Sirkuit Sentul Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 108.07Rbx
Inilah Disain Sirkuit Sentul Purbalingga

Butuh Anggaran Rp 20 M

Upaya Pemkab Purbalingga untuk mewujudkan sebuah sikuit berkelas nasional mulai nampak. Lokasi sirkuit yang telah ditentukan yakni di Kelurahan Karangsentul, Kecamtan Padamara ini telah dibuatkan Detail Engineering Design (DED) sejak akhir 2016 lalu. Sirkuit yang bakal dibuat merupakan basic untuk keperluan balap motorcross.

Mumammad Fauzan Hidayat, tenaga ahli dari PT Fajar Konsultan selaku perancang DED Sirkuit Sentul Purbalingga menceritakan proses perancangan sirkuit membutuhkan ahli pendesain lintasan.

“Awalnya saya konsultasi dengan pihak IMI (Ikatan Motor Indonesia), namun saya diarahkan ke Pak Kelik selaku orang pemegang lisensi pembuatan lintasan karena dialah yang tahu standar tingkat kesulitan dan rintangan dalam lintasan untuk sekelas Kejurnas,” kata Fauzan saat ditemui Elemen di kantornya yang beralamat di Jl Sekar Tanjung Raya No 40 Perumahan Abdi Kencana.

Lintasan yang telah dirancang memiliki panjang 1204 meter dengan berbagai tantangan jumpingan seperti model Whoops, Rollers, Table Top, Double, dan Triple. Ketika model lintasan sudah selesai, Fauzan mulai mencari-cari referensi sirkuit lain sebagai bahan studi banding, khususnya untuk infrastruktur penunjang. Namun hal ini sulit ditemukan, mengingat umumnya sirkuit motorcross tidak permanen. Sementara di Purbalingga menginginkan permanen dan berkelas nasional.

“Kami sempat studi banding ke Brebes melihat sirkuit balap Grasstrack yang mereka miliki dan sirkuit motorcros di Kabupaten Sleman, kemudian kami mulai merancang disain Sirkuit Sentul Purbalingga ini,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang ia kumpulkan, untuk sirkuit sekelas Kejurnas membutuhkan lahan minimal 4 hektare, sementara di Karangsentul sudah tersedia lahan 6 hektare. Sehingga dianggap sudah cukup termasuk untuk area parkir. Area penonton dibuat 3 tribun, yakni untuk VVIP, VIP dan umum. Untuk VVIP memiliki kapasitas 250 – 280 orang, VIP 300 – 380 orang dan umum 350 orang.

Fauzan menuturkan, area parkir bisa memuat sekiatr 200 mobil.

Sedangkan untuk pembalap sendiri tersedia kapasitas untuk 60 paddock. Selain untuk event balap, area sikuit juga bisa dimanfaatkan untuk acara Expo dengan memanfaatkan area penjualan souvenir yang cukup luas.

“Kami juga rancang akses cepat tepi lintasan khusus untuk ambulans manakala terjadi kecelakaan. Ini mungkin yang tidak ada pada sirkuit pada umumnya,” katanya.

Fauzan mengungkapkan, berdasarkan perhitungan Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk mewujudkan dari disain tersebut setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 Miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk pengurugan guna penyesuaian elevasi tanah dan penggeseran sungai.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Dinparpora) Purbalingga, Kustomo menuturkan rencana realisasi sirkuit hingga saat ini masih belum jelas.

“Di Dinas kami untuk tahun ini belum menganggarkannya, sebab ini menyangkut kebijakan bupati. Pelaksana pekerjaan bisa dilakukan oleh kami atau juga DPUPR, untuk event kegiatan balapan nantinya bisa diselenggarakan oleh IMI,” katanya.(ganda kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!