by

Ini Tata Cara Mengikuti PPDB Online Jenjang SMP Negeri di Purbalingga

-Pendidikan, Update-dibaca 10.17Rb kali | Dibagikan 292 Kali

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Zonasi Pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2020/2021.

Dalam Juknis bernomor 421.2 / 024.1 / 2020,  tanggal  27 April 2020 yang ditandatangani oleh Kepala Dindikbud, Ir. Setiyadi, M.Si, disebutkan PPDB dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

“Proses pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru pada sekolah yang bersangkutan sampai dengan tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang,” tulis Juknis itu.

Untuk  prosedur penerimaan peserta didik baru adalah Pendaftaran dimulai 29 Juni hingga 3 Juli 2020. Verifikasi berkas 29 Juni hingga 3 Juli 2020. Analisis dan Penyusunan Peringkat  dilaksanakan 4 dan 5 Juli 2020. Pengumuman 6 Juli 2020. Pendaftaran Ulang 7 dan 8 Juli 2020 dan Tahun Pelajaran dimulai  hari pertama masuk sekolah 13 Juli 2020.

“Apabila sampai batas waktu pengumuman hasil seleksi ternyata jumlah peserta didik yang diterima belum mencapai kuota yang telah ditetapkan, maka satuan pendidikan dapat membuka Pendaftaran Gelombang II (kedua) tanggal : 6, 7 dan 8 Juli 2020,” tulisnya.

Mekanisme Penerimaan Calon Peserta Didik

PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme :

  1. Dalam Jaringan (Daring/Online). PPDB dengan mekanisme Daring/Online dilaksanakan pada 54 SMP Negeri di Kabupaten Purbalingga.
  2. Luar Jaringan (Luring/Offline) PPDB dengan mekanisme Luring/Offline dilaksanakan pada 6 SMP Negeri Satu Atap dan 17 SMP Swasta di Kabupaten Purbalingga.
  3. Dalam pelaksanaan PPDB, sekolah hanya dapat menggunakan salah satu jenis mekanisme sebagaimana pada butir a, atau b.

Persyaratan Calon Peserta Didik Baru.

Berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020.

Usia minimal 10 tahun

Bagi calon peserta didik yang berusia lebih dari 15 (lima belas) tahun pada tanggal 29 Juni 2020 dapat mendaftar secara luring di sekolah yang belum terpenuhi kuotanya; dan

Memiliki Surat Keterangan Lulus SD/atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 (enam) SD/MI/Sederajat.

Tata Cara dan Kelengkapan Berkas Pendaftaran Calon Peserta Didik.

Pendaftaran dengan mekanisme Daring/Online

Calon peserta didik baru mengunduh formulir pada links : ppdbpurbalinggakab.id. Calon peserta didik baru mengisi formulir tersebut sesuai dengan data pendukung calon peserta didik.  Calon peserta didik baru mengirimkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan dalam bentuk soft copy (scan/foto).

Adapun berkas yang dikirimkan adalah :

  1. STTB/Ijazah SD atau bentuk lain yang sederajat (apabila sudah ada);
  2. Surat Keterangan Lulus (SKL) atau Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah/ Nilai Raport Sekolah/Madrasah dari semester VII (tujuh) sampai dengan XI (sebelas) Tahun Pelajaran 2019/2020 Asli;
  3. Kartu Keluarga (KK);
  4. Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang;
  5. Piagam kejuaraan (apabila memiliki);f. Kartu Indonesia Pintar atau bukti lain terkait kepesertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu yang diterbitkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa;
  6. Calon peserta didik baru yang berasal dari sekolah di luar negeri wajib mendapatkan surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; dan
  7. Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang memperkerjakan.

Terkait dengan penanganan Covid-19, maka sekolah dan calon peserta didik untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Panitia pendaftaran calon peserta didik melaksanakan verifikasi  berkas pendaftaran dan menginput data calon peserta didik baru secara online; kemudian Calon peserta didik menerima Bukti Pendaftaran; Calon peserta didik memantau secara online dan real time pada seluruh SMP Negeri yang melaksanakan PPDB secara daring/online.

Sedangkan untuk  pendaftaran dengan mekanisme Luring/Offline

Calon peserta didik baru mengambil formulir pendaftaran pada  SMP Negeri Satu Atap dan SMP Swasta serta mengisi formulir pendaftaran tersebut sesuai dengan data pendukung calon peserta didik.

Terkait dengan penanganan Covid-19, maka sekolah dan calon peserta didik untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Calon peserta didik mengembalikan formulir pendaftaran pada SMP yang dituju dengan dilampiri berkas :

  1. Foto copy STTB/Ijazah SD atau bentuk lain yang sederajat yang dilegalisir oleh kepala sekolah/madrasah/pejabat yang berwenang (apabila sudah ada);
  2. Surat Keterangan Lulus SD/Madrasah/bentuk lain yang sederajat Asli;
  3. Foto copy Kartu Keluarga (KK) dilegalisir oleh Kepala Desa/Lurah;
  4. Foto copy Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh Kepala Desa/Lurah setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik;
  5. Foto copy piagam kejuaraan yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah / Madrasah asal (apabila memiliki);
  6. Foto copy Kartu Indonesia Pintar atau bukti lain terkait kepesertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu yang dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang.
  7. Calon peserta didik baru yang berasal dari sekolah di luar negeri wajib mendapatkan surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; dan
  8. Persyaratan lain yang ditetapkan oleh sekolah selama tidak bertentangan dengan ketentuan / peraturan perundangan yang berlaku.

Panitia Pendaftaran Calon Peserta Didik melaksanakan verifikasi berkas pendaftaran dan menginput data calon peserta didik;

Calon peserta didik menerima Kartu Pendaftaran; Calon peserta didik memantau posisi peringkatnya melalui Jurnal Harian PPDB di sekolah tersebut.

Sistem Seleksi

Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP Negeri di Kabupaten Purbalingga mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar melalui jalur sebagai berikut:

  1. Zonasi;
  2. Afirmasi;
  3. Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali; dan /atau
  4. Prestasi.5.2. Calon peserta didik dapat memilih 1 (satu) atau lebih jalur pendaftaran

PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi.

Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sesuai dengan domisili dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui Jalur Afirmasi atau Jalur Prestasi di luar wilayah zonasi domisili peserta didik sepanjang memenuhi persyaratan.

Ketentuan Mekanisme Seleksi

  1. Seleksi Jalur Zonasi

1) Ketentuan zonasi berdasarkan titik koordinat domisili calon peserta didik sesuai dengan alamat pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

2) Jarak tempuh wilayah zonasi dari satuan pendidikan 10 km.

3) Kartu Keluarga dapat diganti dengan Surat Keterangan Domisili dari Rukun Tetangga atau Rukun Warga yang menerangkan bahwapeserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya Surat Keterangan Domisili.

4) Sekolah memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili terdekat dengan sekolah yang dituju.

5) Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan Sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota/daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat  keterangan lahir atau akta kelahiran. Jika usia masih sama maka seleksi menggunakan waktu pendaftaran.

6) Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang melalui Jalur Zonasi paling sedikit 50% dari seluruh peserta didik yang diterima sesuai dengan daya tampung sekolah.

7) Jika Jalur Zonasi telah melebihi daya tampung maka Sekolah wajib melaporkan kelebihan calon peserta didik tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

8) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan kewenangannya akan menyalurkan kelebihan calon peserta didik sebagaimana dimaksud butir 6 pada Sekolah lain dalam wilayah zonasi yang sama.

9) Dalam hal daya tampung Sekolah lain pada wilayah zonasi yang sama sebagaimana dimaksud butir 6 tidak tersedia, peserta didik disalurkan ke Sekolah lain dalam wilayah zonasi terdekat.

Seleksi Jalur Afirmasi

1) Peserta didik yang masuk melalui Jalur Afirmasi ditetapkan dengan kuota paling sedikit 15% dari daya tampung sekolah.

2) Seleksi Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, yang dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

3) Calon peserta didik yang mendaftar melalui Jalur Afirmasi harus membawa Surat Pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah  Daerah. Apabila terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Derah sebagaimana dimaksud, maka Sekolah bersama Pemerintah Daerah akan melakukan verifikasi data di lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan perundangundangan.

4) Peserta didik yang masuk melalui Jalur Afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.

5) Dalam hal daya tampung untuk Jalur Afirmasi tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama maka seleksi menggunakan usia peserta didik. Jika usia sama maka seleksi menggunakan waktu pendaftaran

Seleksi Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali

1) Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali ditujukan bagi calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah tetapi orang tua/wali calon peserta didik pindah tugas ke wilayah dalam zonasi sekolah;

2) Seleksi pendaftaran melalui Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang memperkerjakan.

3) Jumlah calon peserta didik yang diterima melalui Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali paling banyak 5%.

4) Peserta didik yang masuk melalui Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.

5) Kuota Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali dapat digunakan untuk anak guru yang mendaftar pada satuan pendidikan di wilayah tempat Orang Tua/Wali bekerja sebagai guru.

6) Dalam hal daya tampung untuk Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama maka seleksi menggunakan usia peserta didik. Jika usia sama maka seleksi menggunakan waktu pendaftaranSeleksi Jalur Prestasi

1) Penerimaan calon peserta didik yang masuk melalui Jalur Prestasi ditetapkan dengan kuota paling banyak 30%.

2) Seleksi Jalur Prestasi dilaksanakan berdasarkan Nilai Peringkat dengan rumus sebagai berikut :

  1. a) Nilai SKL : Nilai Rata-rata 3 (tiga) mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA) dalam Surat Keterangan Lulus atau Surat Keterangan Hasil Ujian atau Nilai Raport Sekolah/Madrasah semester VII (tujuh) hingga semester XI (sebelas) Tahun Pelajaran 2019/2020 ; dan atau
  2. b) Bonus Kejuaraan : Hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan atau tingkat kabupaten.
  3. c) Hasil kejuaraan yang diperhitungkan adalah yang diperoleh dari kegiatan lomba/kejuaraan/sayembara yang diselenggarakan oleh instansi/lembaga pemerintah sesuai kewenangannya di bidang akademik dan/atau non akademik atau kegiatan lomba di bawah naungan organisasi induk yang di akui pemerintah.
  4. d) Jika lomba dilaksanakan berjenjang maka yang di akui adalah prestasi tertinggi dari tiap cabang lomba. Nilai Peringkat = Nilai SKL + Bonus Kejuaraane) Bukti kejuaraan atau prestasi sebagaimana dimaksud diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.

“Pemberian nilai Bonus Kejuaraan juga diatur dalam juknis “ tulisnya

Selanjutnya,  jika calon peserta didik yang mendaftar melalui Seleksi Jalur Prestasi terdapat nilai yang sama dan jumlah calon peserta didik yang diterima telah memenuhi kuota maka sekolah memprioritaskan peserta didik yang mendaftar lebih awal.

Dalam hal kuota untuk Jalur Prestasi tidak mencukupi, maka seleksi dilakukan melalui Jalur Zonasi, Jalur Afirmasi dan Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali.

Seleksi Lanjutan Untuk Memanfaatkan Daya Tampung Sekolah

Apabila daya tampung sekolah belum terisi semua berdasarkan seleksi Jalur Zonasi, Jalur Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali dan Jalur Prestasi, maka Satuan pendidikan dapat menerima calon peserta didik melalui Jalur Prestasi dari luar zona dan atau calon peserta didik umum dari luar zona sampai terpenuhi seluruh daya tampung sekolah.

Pengumuman Penerimaan Peserta Didik.

  1. Sekolah yang menyelenggarakan PPDB dengan mekanisme luring/ offline wajib memasang Jurnal Harian;
  2. Sekolah yang menyelenggarakan PPDB dengan mekanisme daring/luring wajib mengumumkan hasil pemeringkatan calon peserta didik yang diterima secara transparan dan dituangkan dalam Keputusan Kepala Sekolah.

Daftar Ulang dan Pendataan Ulang

  1. Daftar ulang dilakukan oleh calon peserta didik baru yang telah diterima untuk memastikan statusnya sebagai peserta didik pada sekolah yang bersangkutan;
  2. Calon peserta didik baru yang diterima dan tidak melaksanakan daftar ulang sesuai ketentuan, dinyatakan mengundurkan diri;
  3. Daftar ulang tidak dipungut biaya;
  4. Pendataan ulang dilakukan oleh sekolah untuk memastikan status peserta didik lama pada sekolah yang bersangkutan;
  5. Pendataan ulang tidak dipungut biaya.

Biaya Pelaksanaan PPDB

  1. Biaya dalam pelaksanaan PPDB pada sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dibebankan pada dana BOS;
  2. Biaya dalam rangka PPDB, termasuk pendataan ulang bagi peserta didik lama, antara lain:

1) pengadaan alat tulis kantor, penggandaan formulir, penyediaan konsumsi, transportasi untuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten dan publikasi atau pengumuman PPDB serta biaya layanan PPDB dalam jaringan / daring (tidak termasuk sewa aplikasi PPDB); dan/atau

2) biaya kegiatan pengenalan lingkungan Sekolah yang terdiri atas pengadaan alat tulis kantor, fotokopi bahan atau materi, pembelian alat dan atau bahan habis pakai, penyediaan konsumsi, dan/atau transportasi dan jasa profesi bagi narasumber dari luar sekolah.

Daya Tampung dan Jumlah Rombongan Belajar

  1. Daya tampung sekolah dalam penerimaan peserta didik baru disesuaikan dengan ruang kelas yang ada untuk peserta didik kelas 7 (tujuh).
  2. Jumlah peserta didik untuk setiap rombongan belajar sebanyakbanyaknya 32 (tiga puluh dua) peserta didik.
  3. Jumlah rombongan belajar maksimal 9 (Sembilan) rombel untuk setiap tingkat kelas.
  4. Dalam pelaksanaan PPDB, Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah tidak boleh : Menambah jumlah Rombongan Belajar sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh sekolah sebelum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menambah ruang kelas baru

Perpindahan Peserta Didik

  1. Perpindahan peserta didik antar sekolah dalam satu daerah (kabupaten), antar kabupaten/kota dalam satu provinsi, atau antar provinsi dilaksanakan atas persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju;
  2. Perpindahan peserta didik kelas 7 (tujuh) dilaksanakan setelah peserta didik menerima Buku Laporan Penilaian Hasil Belajar (Rapor) Semester 1 (satu) dari satuan pendidikan asal kecuali mendapatkan rekomendasi khusus dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan;
  3. Perpindahan peserta didik dari atau keluar Kabupaten Purbalingga harus disertai rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga;
  4. Perpindahan peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP atau bentuk lain yang sederajat selama memenuhi persyaratan dan uji kemampuan yang dilaksanakan sekolah;
  5. Perpindahan peserta didik dari sekolah ke madrasah atau sebaliknya dapat dilakukan apabila nilai akreditasi sekolah/madrasah asal sama atau lebih tinggi dari sekolah/madrasah yang dituju;f. Perpindahan peserta didik SMP dalam satu kecamatan hanya dapat dilakukan apabila mendapat ijin dari Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Ketentuan Khusus

  1. Calon peserta didik yang mendaftar di SMP penyelenggara PPDB dengan mekanisme daring/online diberikan 2 (dua) pilihan SMP Negeri, sedangkan untuk proses pendaftaran dan verifikasi berkas dilaksanakan pada sekolah pilihan 1;
  2. Pengambilan berkas dilayani apabila calon peserta didik tidak diterima di pilihan 1 dan 2; dan diberikan 1 (satu) kali kesempatan untuk mendaftar secara online di sekolah lain di Dalam Zona / Luar Zona.
  3. Calon peserta didik yang diterima di pilihan 2, berkas pendaftaran diambil oleh panitia sekolah di sekolah tempat peserta didik mendaftar.
  4. Apabila terjadi nilai peringkat sama pada batas akhir kuota yang telah ditentukan, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang usianya lebih tinggi dan jika masih sama maka yang diprioritaskan adalah peserta didik yang mendaftar lebih awal.
  5. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada Kartu Keluarga/Surat Keterangan Domisili dan diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB;
  6. Sekolah wajib mengatur pakaian seragam peserta didik dalam bentuk Keputusan Kepala Sekolah dengan persetujuan Komite Sekolah, sedangkan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan persetujuan yayasan;

Pengaduan dan Perbaikan Data

Apabila terjadi kesalahan data/kesalahan input data oleh operator, maka calon peserta didik dapat mengajukan perbaikan kesalahan data tersebut ke sekolah untuk secepatnya diselesaikan dan paling lama satu hari kerja.

Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan

a.Monitoring oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau instansi terkait;

b.Monitoring oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga;

c. Sekolah wajib melaporkan pelaksanaan PPDB dan perpindahan peserta didik antar sekolah setiap tahun pelajaran kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga;

d.Pelaporan hasil PPDB ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan c.q Bidang Pembinaan SMP selambat-lambatnya tanggal 15 Juli 2020.

Larangan dan Sanksi

a.Sekolah yang menerima dana BOS dari Pemerintah maupun Pemerintah Daerah dilarang melakukan pungutan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB ataupun perpindahan peserta didik;

b.Pelanggaran terhadap petunjuk teknis PPDB akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS)

  1. Sekolah dapat melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi peserta didik baru paling lama 3 (tiga) hari kerja;
  2. Pelaksanaan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah Peserta Didik Baru dilaksanakan pada hari-hari pertama masuk sekolah, dengan ketentuan:
  3. Tidak mengarah kepada tindakan kekerasan, pelecehan, dan/atau tindakan lainnya yang merugikan peserta didik secara fisik maupun psikologis baik di dalam maupun di luar sekolah;
  4. Dilarang memungut biaya dan membebani orang tua dan peserta didik dalam bentuk apapun.

Comment

Berita Lainnya