Ini Lima Program Andalan Baznas Kota Madiun

By: On: Dibaca: dibaca 7.81Rbx
Ini Lima Program Andalan Baznas Kota Madiun

 

Salurkan Pendapatan Zakat dengan ini, Apa Saja?

 

Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto menginginkan masyarakat Madiun wajib sejahtera. Utamanya, masyarakat yang kurang mampu. Berbagai program disiapkan pemerintah. Baik melalui organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi diluar kedinasan. Salah satunya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Madiun. Setidaknya terdapat lima program yang siap membantu masyarakat melalui pendapatan zakat dari para dermawan.

‘’Penanganan kemiskinan atau keluarga kurang mampu memang harus dikeroyok. Artinya, semua harus bergerak membantu,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto disela pemberian santunan kepada muallaf di ruang 13, Kamis (9 November 2017).

Setidaknya terdapat lima program yang sudah jalan hingga kini. Mulai Madiun Taqwa, Madiun Sehat, Madiun Pintar, Madiun Makmur dan Madiun Peduli. Masing-masing program memiliki sasaran target tersendiri.

Namun, sama-sama memberikan bantuan berdasar dana zakat dari para dermawan. Bantuan melalui progam Madiun Taqwa lebih kepada kegiatan kerohanian dan pendidikan Islam. Mulai pengajian hingga kegiatan baca tulis Alquran.

‘’Silahkan mengajukan. Pasti akan kami support. Mulai pengadaan Alquran atau lainnya,’’ terangnya sembari menyebut zakat terkumpul mencapai Rp 1,8 miliar tahun ini.

Sedang Madiun Sehat lebih menyasar keluarga kurang mampu yang diuji sakit. Baznas menyiapkan santunan mulai Rp 250 hingga diatas satu juta bagi keluarga pasien. Rinciannya bervariasi. Santunan Rp 250 jika anak yang sedang sakit. Rp 300 ribu bagi ibu yang sakit. Seterusnya, hingga Rp 750 bagi pasien yang hidup sebatang kara. Santunan dapat lebih dari satu juta jika pasien dirujuk ke luar daerah.

‘’Silahkan ini dimanfaatkan. Siapa saja boleh mengajukan. Tetapi tetap akan disurvei terlebih dahulu. Jika terbukti masyarakat mampu ya jelas kami tolak,’’ ungkapnya sembari menyebut program Madiun Pintar menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi anak duafa berprestasi.

Sugeng yang menyerahkan santunan bagi 95 muallaf tersebut juga berpesan untuk tetap menjaga keutuhan. Apalagi, masyarakat Kota Madiun kian heterogen kini. Setidaknya, tercatat 19 suku yang kini tinggal di kota pecel hingga sekarang. Artinya, sudah lebih beragam. Walikota Sugeng Rismiyanto berharap keanekaragaman bukan menjadi pemisah. Sebaliknya, menjadi salah satu unsur kekayaan.

‘’Ini merupakan suatu kekayaan. Jangan malah dijadikan perbedaan. Wajib harus saling menghormati antar sesama,’’ ungkapnya.

Keanekaragaman ini, lanjut dia, sudah menjadi kewajaran seiring kemajuan teknologi. Transportasi semakin mudah. Masyarakat dapat dengan mudah bepergian. Bahkan, taak jarang yang memilih menetap di daerah tujuan. Salah satunya, di Kota Madiun. Berbagai kemajuan dan kemudahan di kota pecel menjadi salah satu alasan. Tak heran, jumlah pendatang semakin bertambah. Hingga mencapai 19 suku kini. Mulai suku Madura hingga Papua.

‘’Indonesia merupakan negara besar. Memiliki 714 suku bangsa. Mereka saling menghormati dan menghargai. Kita (di Kota Madiun) juga harus bisa,’’ tegas Sugeng Rismiyanto. (willy nugraha_mgr)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!