Menu
Media Online Terpercaya

Ini Komitmen Paslon Oji-Jeni Jika Memimpin Purbalingga

  • Share

Pasangan calon (paslon) Bupati Purbalingga Muhammad Zulham Fauzi dan Zaini Makarim (Oji-Jeni), telah meluncurkan Kartu Purbalingga Hebat (KPH). Belum lama ini, telah dilaksanakan pengobatan gratis, yang dipelopori oleh Dini Susetyani (Istri Oji) dan Rusmiyati (Istri Zaini).

“Ini merupakan komitmen kami. Kami selalu siap mendorong dan memfasilitasi untuk membantu sesama perempuan,” ungkap Yati.

Ia menambahkan, pihaknya terus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan gizi. Seperti saat ini diberikan kepada 200 orang ibu, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui di empat kecamatan, yakni Kutasari, Kemangkon, Kalimanah, dan Padamara pada tanggal 17 – 20 November 2020. Kegiatan pengobatan gratis itu, dihadirkan tenaga medis. Masing-masing 3 bidan, 3 perawat, 1 dokter. Tim kesehatan dipimpin oleh dr. Akbar

“Kami melayani pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, gula, kolesterol, dan konsultasi gizi kesehatan. Kegiatan yang kami khususkan untuk ibu hamil dan menyusui ini juga bisa diikuti masyarakat umum untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” katanya.

Dini dan Yati selaku pelopor Gerakan Perempuan Hebat, berharap seluruh perempuan di Kabupaten Purbalingga bisa lebih peduli terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi pada masa kehamilan dan menyusui. Hal itu juga bagian dari upaya mengatasi stunting.

“Kegiatan ini diharapkan mendorong pola hidup sehat para ibu dan calon ibu untuk mencegah stunting pada anak,” kata dia.

Dini menjelaskan bahwa, kegiatan ini didasari keprihatinan kami melihat data BPS Jawa Tengah tahun 2019. Kabupaten Purbalingga memiliki angka Bayi Lahir sebesar 14.776 kelahiran yang mana hal tersebut menempati posisi ke 18 dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.

“Kemudian data terkait berat bayi lahir rendah (BBLR) Kabupaten Purbalingga sebanyak 853 kelahiran, yang mana angka tersebut menempatkan Kabupaten Purbalingga dalam 10 besar angka BBLR (berat bayi lahir rendah) di Provinsi Jawa Tengah dengan urutan ke 9 dari 35 Kabupaten/Kota,” kata dia.

Pada acara pemeriksaan gratis, dilakukan juga proses assessment kesehatan untuk mengetahui kondisi kualitas gizi pada ibu dan anak sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan akan diberikan KPS (Kartu Purbalingga Sehat) dan KPH (Kartu Perempuan Hebat) yang merupakan program unggulan Oji – Kang Zaini, dalam bidang kesehatan dan perempuan.

“Masyarakat yang sudah didata dalam program KPS dan KPH akan menjadi prioritas penanganan dalam masa kepemimpinan kami setelah terpilih. Adapun masyarakat yang belum terdata diharapkan untuk segera mendaftarkan diri ke relawan yang ditugaskan,” katanya.

Selain itu, pasangan Oji-Jeni berkomitmen akan meningkatkan bidang pendidikan dan kesehatan. Sejumlah program telah dipersiapkan ketika kelak terpilih memimpin Purbalingga. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat. Sehingga, harapannya nanti bisa memajukan kota Perwira.

Pada bidang pendidikan, pasangan Oji-Jeni menjanjikan beasiswa bagi guru. Media atau perangkat pembelajaran juga akan ditambah. Sehingga bisa lebih menunjang kinerja para guru. Selain itu, tenaga pendidik juga akan diupayakan untuk peningkatan insentif.

Oji menyampaikan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan program Kartu Kehormatan Guru (KKG). Hal itu menjadi langkah untuk menyejahterakan tenaga pendidikan. Nantinya juga akan ada beasiswa kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, untuk para pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu juga akan meningkatkan kompetensi dengan program prioritas pelatihan peningkatan kapasitas. Seperti character building, bimbingan teknis (bimtek) penggunaan teknologi informasi di lingkungan pendidikan.

“Akan ada beasiswa bagi guru atau tenaga pendidikan, selain itu juga ada bantuan berupa buku/kitab, dan media pembelajaran lain yang akan diberikan untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung kondusivitas kegiatan pembelajaran,” kata Oji

Dijelaskan bahwa, syarat untuk mendaftar KKG adalah terdaftar secara administratif sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tempat bekerja. Dibuktikan dengan surat keterangan mengajar atau terdaftar langsung di dapodik.co.id.

“Prioritas penerima program KKG ini adalah tenaga pendidik honorer/GTT/PTT, guru agama, guru TPQ, ustaz pesantren, ustaz madin/TPQ beserta tenaga kependidikannya,” kata dia.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *