Menu
Media Online Terpercaya

Ini Indikator Zona Merah hingga Hijau Corona

  • Share
Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah memaparkan, untuk menentukan warna zonasi suatu kabupaten/kota, pemerintah menggunakan belasan indikator. Masing-masing indikator akan dihitung menggunakan skor penilaian.

“Istilah zona merah, oranye, kuning, dan hijau semakin sering terdengar dalam perbincangan mengenai virus Corona di Indonesia. ‘Pemberian warna’ pada kabupaten/kota di Indonesia dilakukan dengan hitung-hitungan berbasis data penyebaran COVID-19,” katanya.

Ia merinci, secara total terdapat 15 indikator utama kesehatan masyarakat itu terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan. Berikut adalah 15 indikator kesehatan yang dipakai pemerintah untuk menentukan zonasi Corona.

Indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 berbasis data:

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  2. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
  8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
  11. Rt – angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi)
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Tiap-tiap daerah akan mengantongi skor berbeda-beda dari 15 indikator di atas. Skor dan pembobotan dari suatu daerah akan dijumlahkan, hasilnya akan dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna, sebagai berikut:

  1. Zona merah: zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8)
  2. Zona oranye: zona risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4)
  3. Zona kuning: zona risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0)
  4. Zona hijau: zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus COVID-19 positif.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *