Ini Dugaan Sementara Crane Ambruk di Tol Japek

By: On: Dibaca: dibaca 81.45Rbx
Ini Dugaan Sementara Crane Ambruk di Tol Japek

General Manager PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, R. Kristianto, menduga penyebab ambruknya Crane pengangkat Variable Message Sign (VMS) dalam proyek Jalan Tol Elevated di KM 15 ruas tol setempat karena crane kehilangan daya angkat.

Itu berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Crane seberat 50 ton ambruk ketika mengangkat kerangka papan VMS. Bahkan papan VMS yang sedang diangkat pun ikut terjatuh menutup ruas jalan tol.

“Ketika sudah dikaitkan semua dan diangkat. Tiba-tiba crane kehilangan daya angkat, diduga karena mechanical error,” kata Kristianto, Kamis (16 November2017).

Padahal secara teori, crane tersebut mampu mengangkat beban yang diangkat, karena crane memiliki bobot 50 ton, sementara beban yang diangkat hanya 6 ton.

“Namun untuk penyebab pastinya sedang diinvestigasi, nanti keterangan diberikan oleh pihak berwenang,” tuturya.

Dia menyatakan, secara administrasi tidak ada yang salah dalam pengoperasian alat berat ini. Operator mempunya surat izin operasi, sedangkan crane yang diperasikan juga mengantongi surat izin laik operasi.

“Semua dokumen lengkap dan alatnya juga dalam kondisi bagus,” katanya.

Deputy General Manager Traffic Manajemen Lalu Lintas PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Cece Kosasih, menyampaikan jika saat ini pekerja sudah memutilasi bangkai crane.

“Belalai crane kita potong untuk memudahkan pengembalian posisi normal body crane,” ujarnya.

Menurut dia, proses evakuasi crane memakan waktu lebih dari 12 jam sejak terbalik dini hari tadi. Menurut dia, pukul 14.00, crane yang terjungkal sudah bisa dipinggirkan menggunakan tiga crane.

“Kita ingin menormalkan kembali lajur, sehingga lalu lintas kembali normal,” tandasnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!